Malang, IDN Times - Pengguna internet Indonesia masih belum memiliki ruang aman untuk mendapatkan informasi. Pasalnya, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengungkapkan masih banyak ancaman pada pengguna internet seperti phishing, judi online, malware, spam, pornografi, hingga penyalahgunaan nama domain untuk meniru identitas brand atau layanan terpercaya.
Judol Masih Merajai Penyalahgunaan Domain Internet Indonesia

1. PANDI mencatat ada 32.535 URL yang terindikasi sebagai penyalahgunaan, mayoritas judi online
Ketua PANDI, Isnawan mengatakan jika PANDI memperkuat perlindungan ekosistem domain .id melalui Indonesia Domain Abuse Data Exchange (IDADX). Platform ini digunakan untuk memantau, mengumpulkan data, menganalisis, dan mengoordinasikan penanganan penyalahgunaan nama domain atau domain abuse secara lebih terstruktur dan berbasis data.
Sepanjang Semester I 2026 atau periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, IDADX mencatat sebanyak 32.535 URL yang terindikasi sebagai penyalahgunaan domain, dengan total 25.815 domain yang terpantau. Berdasarkan kategori laporan, temuan terbesar didominasi oleh online gambling atau judi online sebanyak 24.523 laporan, diikuti phishing sebanyak 6.491 laporan, dan malware sebanyak 961 laporan. Selain itu, IDADX juga mencatat laporan terkait
pornografi sebanyak 173 laporan, impersonalisasi sebanyak 104 laporan, spam sebanyak 73 laporan, other sebanyak 61 laporan, HAKI sebanyak 44 laporan, gambling invite gambling sebanyak 27 laporan, dan botnet sebanyak 23 laporan. Ketua PANDI, Isnawan, menyampaikan bahwa IDADX menjadi bagian penting dari upaya PANDI dalam menjaga kepercayaan publik terhadap domain .id sebagai identitas digital Indonesia.
"Keamanan ruang digital adalah tanggung jawab bersama. Melalui IDADX, PANDI berupaya memastikan setiap indikasi penyalahgunaan domain .id dapat ditangani secara lebih terukur, cepat, dan akuntabel. Ini merupakan bagian dari komitmen PANDI untuk melindungi pengguna internet Indonesia dari berbagai bentuk penyalahgunaan digital," terangnya pada Sabtu (4/6/2026).
2. PANDI mencatat ada 18.699 domain .id yang disalahgunakan
Isnawan juga melaporkan kalau berdasarkan data Semester I 2026, penyalahgunaan domain dari sisi jumlah domain paling banyak terjadi pada SLD .id yaitu sebanyak 18.699 domain. Kemudian diikuti .my.id sebanyak 2.037 domain, .biz.id sebanyak 1.326 domain, .web.id sebanyak 1.154 domain, .ac.id sebanyak 705 domain, .sch.id sebanyak 607 domain, .co.id sebanyak 435 domain, .or.id sebanyak 300 domain, .go.id sebanyak 270 domain, .ponpes.id sebanyak 148 domain, .desa.id sebanyak 88 domain, .net.idsebanyak 36 domain, dan .mil.id sebanyak 10 domain.
Sementara itu, dari sisi jumlah URL yang terindikasi penyalahgunaan, SLD .id juga menjadi yang tertinggi dengan 20.055 URL, disusul .my.id sebanyak 2.906 URL, .biz.id sebanyak 1.877 URL, .ac.id sebanyak 1.798 URL, .web.id sebanyak 1.685 URL, .sch.id sebanyak 1.434 URL, .co.id sebanyak 845 URL, .go.id sebanyak 837 URL, .or.id sebanyak 526 URL, .ponpes.id sebanyak 228 URL, .desa.id sebanyak 190 URL, .net.id sebanyak 99 URL, dan .mil.id sebanyak 55 URL.
"Data tersebut menjadi dasar penting untuk memperkuat kebijakan registrasi, deteksi dini, analisis berbasis risiko, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Selain digunakan untuk memperkuat penanganan domain abuse di tingkat nasional, IDADX juga menjadi salah satu bentuk kontribusi Indonesia dalam memperkuat keamanan ekosistem DNS melalui pendekatan yang transparan, kolaboratif, dan berbasis data," jelasnya.
3. Masyarakat diminta ikut berperan aktif mengawasi penyalahgunaan domain .id
Lebih lanjut, ia menjelaskan kalau IDADX juga didukung oleh BIMA atau Breach Identification and Monitoring Assistant, yang berperan dalam membantu identifikasi dan pemantauan potensi penyalahgunaan domain .id. Kehadiran IDADX dan BIMA menjadi bagian dari upaya PANDI untuk mempercepat deteksi, validasi, dan penanganan berbagai bentuk kejahatan digital yang memanfaatkan nama domain.
"Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan dugaan penyalahgunaan domain .id melalui kanal pelaporan resmi IDADX. Dengan penguatan IDADX dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, PANDI berharap domain .id dapat terus tumbuh sebagai identitas digital Indonesia yang aman, terpercaya, dan berdaya saing," pungkasnya.