Malang, IDN Times - Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kelok 9 Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang kembali mengalami longsor pada Minggu (26/1/2025). Sebelumnya lokasi ini sudah 2 kali mengalami longsor yang membuat jalan nasional penghubung Malang-Blitar dan akses menuju Pantai Modangan ini terputus.
JLS Sumberoto Malang Diterjang Longsor Lagi

1. BPBD Kabupaten Malang mengatakan jika jalur ini longsor setelah hujan deras pada hari Minggu
Kepala Bidang Logostik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan kalau longsor ini terjadi karena intensitas hujan yang tinggi pada Minggu (26/1/2025) pada sore hingga malam. Hujan ini menyebabkan longsor yang menutupi jalan dengan tinggi material 5 meter dan lebar 200 meter.
"Longsor susulan ini diketahui warga pada Senin pagi, penyebabnya karena intensitas hujan tinggi di wilayah Kecamatan Donomulyo. Warga diharapkan waspada karena bisa terjadi longsor susulan lagi," terangnya saat dikonfirmasi pada Senin (27/1/2025).
2. BPBD Kabupaten Malang mengatakan muncul sumber air di sekitar lokasi longsor
Sadono menjelaskan kalau usai terjadi longsor, muncul sumber air di sekitar lokasi longsor. Diduga kemunculan sumber air ini muncul setelah longsor terjadi dan karena curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Malang.
"Selain material longsor, juga muncul sumber mata air di lokasi longsor. Kita masih selidiki apakah sumber mata air ini memang baru atau sudah lama di situ," jelasnya.
3. Kini BPBD Kabupaten Malang dibantu warga melakukan pembersihan
Lebih lanjut, Sadono mengatakan jika kini petugas dari BPBD Kabupaten Malang dan warga tengah melakukan pembersihan ini. Pasalnya material lingkungan ini menutup badan jalan sepenuhnya.
"Saat ini JLS Sumberoto belum bisa dilewati kendaraan, karena kami masih melakukan pembersihan. Jadi warga yang mau melintas ke Blitar atau Pantai Modangan diminta mencari jalur alternatif," pungkasnya.
Sadono juga melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pasalnya lokasi JLS Sumberoto sedang dalam kondisi sepi saat kejadian.