Kepala Diskominfo Muhamad Fikser saat menjelaskan Aplikasi Isyana di Kantor Diskominfo (3/2). IDN Times/Tarida Alif
Pernyataan Joni pun langsung ditanggapi oleh Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, M Fikser. Ia berdalih bahwa tingginya kasus COVID-19 di Surabaya disebabkan dengan banyaknya jumlah rapid test dan tes swab-PCR. Saat ini, dalam catatannya ada sekitar 2000 orang yang telah menjalani tes cepat.
“Yang reaktif lalu menjalani swab ada sekitar 1000. Yang belum keluar hasilnya 347. Ini belum ditambah dari swab massal dari dua mobil. Artinya, potensi penambahan kasus masih cukup tinggi.
Untuk itu, daripada berdebat di media, ia pun mengajak pemerintah provinsi Jatim mencari solusi bersama. Fikser juga mengajak masyarakat berdoa agar Surabaya tak jadi Wuhan kedua.