Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jelang Lebaran, Berikut Jalur-jalur Rawan Kecelakaan di Kab. Malang
ilustrasi mudik (commons.wikimedia.org/mochamad rachmat)
  • Satlantas Polres Malang memprediksi 15–25 ribu kendaraan masuk per hari selama libur Lebaran 2026, dengan titik padat di simpang Karanglo–Karangploso hingga arah Blitar.
  • Wilayah Turen, Kromengan, dan Pakis ditetapkan sebagai area rawan kecelakaan; jalur wisata Gondanglegi–Bantur dialihkan ke rute alternatif karena masih dalam perbaikan.
  • Kepadatan arus lalu lintas diperkirakan terjadi setelah Salat Ied, khususnya pada H+1 hingga H+3 Lebaran, seiring meningkatnya aktivitas mudik dan wisata di Kabupaten Malang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Menjelang Lebaran 2026, Kabupaten Malang akan kedatangan banyak pemudi dari berbagai kota di Indonesia. Tidak hanya itu, ribuan wisatawan diprediksi akan berdatangan mengingat Kabupaten Malang memiliki banyak destinasi wisata. Oleh karena itu, Satlantas Polres Malang menetakan titik-titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

1. Polisi memperkirakan 15 ribu sampai 25 ribu kendaraan akan masuk per hari

Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska menyampaikan jika berdasarkan data 3 tahun terakhir, sebanyak 15 ribu sampai 25 ribu kendaraan akan masuk ke wilayah Kabupaten Malang setiap harinya saat musim libur lebaran. Oleh karena itu, menurutnya tidak akan ada perubahan signifikan pada Lebaran 2026 ini.

"Tapi kalau titik yang akan terjadi kepadatan diantaranya simpang 4 Karanglo sampai Karangploso menuju Kota Batu. Kemudian karena ini suasana mudik, arah perbatasan kota sampai wilayah selatan sampai arah Blitar itu akan terjadi kepadatan," terangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (13/3/2026).

Alif menyampaikan jika mulai hari ini pihaknya akan terus memberikan update terkait titik-titik mana saja yang mengalami kepadatan setiap harinya lewat media sosial. Menurutnya informasi ini bisa dijadikan referensi bagi masyarakat yang ingin bepergian.

2. Polisi juga memetakan wilayah-wilayah rawan kecelakaan

Kondisi jalan di Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Alif juga membeberkan ada beberapa wilayah yang rawan terjadi kecelakaan. Wilayah-wilayah ini diantaranya adalah Turen, Kromengan, dan Pakis. Oleh karena itu, para pengendara diimbau untuk lebih waspada ketika melintas di 3 wilayah ini.

"Kemudian karena jalur wisata dari Gondanglegi ke Bantur masih dalam perbaikan. Maka kami mengarahkan ke jalur alternatif seperti Pagak-Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, atau Kalipare. Kami akan memasang rambu-rambu penunjuk arah untuk membantu para pengendara," jelasnya.

3. Polisi memperkirakan kepadatan akan terjadi setelah Salat Ied

Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, Alif mengungkapkan jika sampai saat ini terpantau belum ada lonjakan kendaraan di wilayah Kabupaten Malang. Menurutnya, lonjakan kendaraan akan terjadi pada H+1 sampai H+3 Salat Ied.

"Selama 3 tahun terakhir datanya memang lonjakan itu terjadi H+1 sampai H+4. Jadi pada H- pada 3 tahun terakhir memang cenderung landai. Lonjakan ini baik arus mudik, arus balik, atau wisata. Karena di Malang ini semua wisata ada baik wisata alam, wisata buatan, wisata belanja, dan lainnya," pungkasnya.

Editorial Team