Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Influenza A di Surabaya Meningkat, Rumah Sakit Dikabarkan Penuh
ilustrasi flu (pexels.com/anna)
  • Anggota DPR Bambang Haryo Soekartono meminta KNKT memaksimalkan penyelidikan tenggelamnya KM Virgo Transport 8, mencakup kapasitas dan berat muatan, stabilitas kapal, kru, serta sistem keselamatan.
  • BHS menilai usia kapal 39 tahun bukan satu-satunya indikator kelayakan. Ia menyoroti kemungkinan pengaruh muatan truk berat dan penempatannya terhadap daya apung serta stabilitas saat gelombang tinggi.
  • BHS meminta pengawasan pelabuhan dan respons penyelamatan diperkuat, mengapresiasi pihak yang membantu evakuasi, serta mendesak Jasa Raharja memberi santunan kepada seluruh korban yang tercatat dalam manifest.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kasus Influenza A di Kota Surabaya mengalami peningkatan. Bahkan, rumah sakit dikabarkan sampai penuh karena kasus tersebut.

Salah satu rumah sakit, RS Husada Utama membenarkan. Direktur Utama (Dirut) RS Husada Utama Surabaya, dr Didi D. Dewanto SpOG mengatakan, kasus influenza di rumah sakit yang dia pimpin meningkat, mayoritas pasien adalah anak. "(Influenza) anak-anak, kasusnya memang meningkat ya. Ya, kalau saya sih pencegahan ya cara hidup sehat. Kemudian kalau bisa, vaksinasi influenza. Sampai penuh (rumah sakit), " ujarnya, Rabu (16/9/2026).

Peningkatan ini terjadi sejak satu pekan terakhir. Bahkan, satu lantai khusus anak penjhpasien.

"Ruang anak penuh. Ada satu lantai ada 44, jadi sampai kita oper-oper ke lantai lain, anak-anak. Itu memang khusus lantai anak sampai penuh, makanya kita sampai ini, sampai gunakan lantai-lantai atas," terang dia

Gejala yang dialami mayoritas adalah demam, batuk, pilek hingga lemas. Rata-rata usai pasien sekitar 2 sampai 5 tahun. Walaupun begitu, Didi menyebut, orang dewasa juga rentan terharap penyakit ini.

"Saat ini yang kita amati masih itu anak-anak ya. Tapi kan sama aja kita lihat teman-teman kita juga sama ambruk. Jadi sebenarnya kan itu sudah menunjukkan suatu gejala," ungkap dia.

Peningkatan kasus Influenza A ini diduga karena kondisi cuaca. Didi pun mengimbau agar masyarakat selalu menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

"(Imbauan kepada masyarakat) Ya satu, jaga kebersihan, hidup sehat, pakai masker," pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengatakan perubahan cuaca dan meningkatnya aktivitas masyarakat dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga daya tahan tubuh dan tidak perlu merasa cemas secara berlebihan.

“Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujar dr. Billy.

Ia mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat untuk menjaga kondisi tubuh. Upaya tersebut antara lain dengan beristirahat yang cukup, memperbanyak minum air putih, menggunakan masker saat beraktivitas, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.

“Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang. Cukup dengan rajin memakai masker saat beraktivitas, cukup istirahat, minum air putih, dan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh,” imbaunya.

Terkait informasi mengenai rumah sakit di Surabaya yang disebut penuh akibat pasien demam dan influenza tipe A, dr. Billy memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas tetap berjalan normal.

Menurutnya, pasien yang menjalani rawat inap merupakan mereka yang memang membutuhkan penanganan lebih lanjut berdasarkan kondisi medis, salah satunya pasien dengan gangguan pernapasan berat.

Sementara pasien dengan demam atau influenza dengan kondisi ringan pada umumnya dapat memperoleh penanganan melalui layanan rawat jalan.

“Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti mengalami gangguan pernapasan berat. Sementara itu, pasien dengan demam atau influenza pada umumnya dapat ditangani melalui perawatan rawat jalan,” jelasnya.

Ia menegaskan rumah sakit tetap memprioritaskan pasien yang membutuhkan penanganan medis, terutama dalam kondisi gawat darurat. Karena itu, informasi mengenai kondisi rumah sakit sebaiknya tidak langsung dipercaya apabila belum diketahui sumber dan kebenarannya.

Pemkot Surabaya melalui Dinkes juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas untuk memantau kondisi kesehatan masyarakat, termasuk ketersediaan tempat tidur dan tenaga kesehatan.

“Intinya, faskes kita siap. Jika ada keluhan, silakan periksa ke puskesmas terdekat terlebih dahulu. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article