Hingga April, 300 Ribu Ton Gabah Beras Petani Diserap Bulog Jatim

Surabaya, IDN Times - Sebanyak 300 ribu ton gabah beras petani telah diserap oleh Perum Bulog Jawa Timur (Jatim) hingga 24 April 2025. Angka tersebut diklaim menjadi tertinggi selama 10 tahun terakhir. "Angka ini merupakan angka tertinggi serapan Perum Bulog Kanwil Jatim dalam 10 tahun terakhir dalam periode yang sama," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jatim, Langgeng Wisnu Adinugroho, Sabtu (26/4/2025).
Langgeng menambahkan, serapan tersebut akan terus bertambah ke depannya. Mengingat, puncak panen masih berlangsung sampai dengan Mei mendatang. Ia optimistis penyerapan ini berdampak pada kesejahteraan petani. "Sekarang dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) salah satunya karena jaminan harga beli gabah oleh Perum Bulog sesuai HPP di harga Rp6.500 per kilogram," katanya.
Dengan patokan harga ini, Langgeng menegaskan Perum Bulog Kanwil Jawa Timur saja sudah membeli gabah beras kurang lebih Rp3,6 yriliun untuk serap gabah beras petani. Angka ini akan terus bertambah seiring panen yang masing berlangsung.
Perputaran uang sebesar itu akan memiliki dampak ekonomi yang besar kepada masyarakat selama 4 bulan terakhir sejak bulan Januari 2025 di Provinsi Jawa Timur," katanya.
"Pencapaian ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi bersama banyak pihak. Bulog melalui Tim Jemput Gabah Beras yang selalu siap sampai malam hari menyerap gabah petani di seluruh pelosok Jawa Timur, dan tentunya semua pihak yang sudah mendukung. Gudang Bulog juga selalu buka selama 7 hari dalam seminggu tidak mengenal tanggal merah,” pungkasnya.

















