Hilang Tiga Hari, Lansia Ditemukan Mengambang di Sungai Lumajang

Asni (79), warga Yosowilangun Kidul, Lumajang, dilaporkan hilang setelah keluar rumah tanpa berpamitan dan terakhir terlihat dekat makam di sekitar Sungai Bondoyudo.
Barang milik korban ditemukan di tepi sungai, sementara pencarian awal warga tidak membuahkan hasil. Laporan kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi.
Tim SAR gabungan membagi pencarian menjadi tiga unit di aliran Sungai Bondoyudo. Asni ditemukan meninggal mengapung sekitar 1,9 kilometer dari lokasi awal dan dievakuasi ke RS dr. Haryoto.
Lumajang, IDN Times - Seorang lansia bernama Asni (79), warga Dusun Kebonsari RT 07 RW 05, Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang dikabarkan hilang sejak Rabu (30/9/2026). Asni kini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia mengapung di Sungai Bondoyudo, Lumajang, Jumat (2/10/2026).
Korban diketahui keluar rumah tanpa berpamitan kepada keluarga. Seorang tetangga sempat melihat korban berada di sekitar area makam yang berada di dekat Sungai Bondoyudo. Hingga pukul 15.25 WIB, korban belum kembali ke rumah.
Sendal, sarung, dan kerudung milik korban ditemukan di pinggir Sungai Bondoyudo. Setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi, korban tidak ditemukan dan diduga tenggelam.
Masyarakat kemudian melakukan pencarian secara mandiri di sepanjang tepian Sungai Bondoyudo hingga pukul 17.20 WIB, namun hasilnya masih nihil. Atas kejadian tersebut, laporan diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan, menindaklanjuti laporan tersebut, pada Rabu (2/10/2026)pukul 18.30 WIB Tim Rescue Pos SAR Jember diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan estimasi tiba pukul 20.12 WIB.
"Tim SAR Gabungan membagi unsur pencarian menjadi tiga SRU. SRU I melakukan pencarian visual di atas permukaan air menggunakan rubber boat Basarnas dengan panjang lintasan sekitar 5 kilometer. SRU II melakukan pencarian sepanjang 2,5 kilometer menggunakan perahu rafting dan rubber boat BPBD, sedangkan SRU III melaksanakan pencarian visual di sepanjang aliran sungai," sebutnya.
Selama dua hari pencarian, korban akhirnya ditemukan mengapung dengan jarak sekitar 1,9 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP) dengan heading 167 derajat, Jumat (2/10/2026) pagi. “Setelah korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dievakuasi ke RS dr. Haryoto untuk diserahterimakan kepada pihak keluarga," pungkas dia.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















