Surabaya, IDN Times - Sebanyak 38 Peserta tidak hadir pada hari pertama pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (22/4/2026). Selain itu, ada sebanyak 13 peserta tercatat melakukan pelanggaran administrasi.
Tahun ini, ITS melayani 12.585 peserta yang tersebar di 48 titik lokasi ujian di seluruh kampus. Pelaksanaan berlangsung mulai 22 - 29 April, kecuali 26 April, dengan dua sesi setiap harinya kecuali hari Jumat yang hanya satu sesi. Rata-rata sekitar 1.022 peserta mengikuti ujian setiap sesinya.
Pada sesi pertama di hari pertama pelaksanaan UTBK di ITS tercatat sebanyak 38 peserta tidak hadir. Selain itu, ada 13 peserta tercatat melakukan pelanggaran administrasi. Pelanggaran administrasi ini di antaranya adalah tidak membawa ijazah SMA/SMK sederajat atau surat keterangan sebagai siswa kelas XII dari sekolah.
Rektor ITS, Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD mengatakan, ITS menerapkan prosedur skrining yang ketat di setiap ruangan. Setiap peserta diperiksa menggunakan metal detector, termasuk pengecekan menyeluruh terhadap jam tangan, kacamata, hingga aksesori yang berpotensi menjadi alat komunikasi. "Semua hal yang mencurigakan kami periksa agar tidak ada kecurangan," tegas Bambang.
Tak hanya pada saat ujian berlangsung, ITS juga menyiapkan mitigasi pascaujian melalui teknologi face recognition berbasis Artificial Intelligence (AI). "Teknologi ini kami gunakan untuk memastikan peserta yang mendaftar, mengikuti ujian, dan melakukan daftar ulang adalah orang yang sama," ujar alumnus S1 Teknik Mesin ITS tersebut.
Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTSI) ITS Bagus Jati Santoso SKom PhD menegaskan bahwa pihaknya meningkatkan jumlah server dari dua menjadi tiga unit guna memperlancar pengiriman jawaban ke pusat. “Jaringan internet pun diperkuat dengan mengalihkan perkuliahan mahasiswa ke daring,” tambahnya.
Melalui penyelenggaraan UTBK yang tertib dan didukung teknologi andal, ITS menegaskan perannya dalam menciptakan akses seleksi perguruan tinggi yang adil dan setara bagi seluruh calon mahasiswa Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
