Surabaya, IDN Times - Layanan fast track atau Mecca Route kembali menjadi andalan dalam pemberangkatan jemaah haji dari Bandara Internasional Juanda tahun 2026. Fasilitas ini memungkinkan ratusan jemaah kloter pertama Embarkasi Surabaya menjalani proses keimigrasian Arab Saudi sejak di tanah air, sehingga setibanya di Madinah mereka tidak perlu lagi antre panjang di bandara tujuan.
Sebanyak 380 calon jemaah haji kloter pertama diberangkatkan pada Rabu (22/4/2026) pagi menggunakan pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV5347. Mereka lepas landas dari Bandara Internasional Juanda pukul 09.30 WIB menuju Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdul Aziz.
General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, menjelaskan bahwa pada hari pertama pemberangkatan terdapat dua kloter asal Kabupaten Probolinggo dengan total 760 jemaah. Seluruhnya mendapatkan layanan Mecca Route yang dipusatkan di area Gate 13 - 15 Terminal 1.
“Melalui Mecca Route, proses pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi dilakukan di Juanda. Jadi saat tiba di Madinah, jemaah bisa langsung menuju bus tanpa proses tambahan,” ujarnya.
Layanan ini menjadi salah satu kunci percepatan arus kedatangan jemaah di Arab Saudi, sekaligus mengurangi kelelahan setelah perjalanan panjang. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh petugas imigrasi Arab Saudi yang ditempatkan di bandara keberangkatan.
Untuk mendukung kelancaran layanan tersebut, pengelola bandara telah melakukan berbagai peningkatan fasilitas, mulai dari renovasi musala, penambahan toilet, hingga penyediaan akses jalan dan fasilitas air minum.
Selain itu, pengamanan berlapis juga diterapkan melalui penempatan petugas Aviation Security (Avsec) di asrama haji serta pengawalan bus jemaah oleh Airport Movement Control (AMC) hingga ke sisi udara.
Pemberangkatan haji dari Embarkasi Surabaya tahun ini dijadwalkan berlangsung hingga 21 Mei 2026, dengan total 43.623 jemaah yang terbagi dalam 116 kloter dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.