Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Guru Honorer, Insentif Cuma Naik Rp100 Ribu, Syukurnya Berlipat-lipat

Ilustrasi guru online (freepik.com/stefamerpik)
Ilustrasi guru online (freepik.com/stefamerpik)
Intinya sih...
  • Menteri Pendidikan akan tambah insentif guru honorer dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan di 2026.
  • Guru honorer Dewi Sri Wahyuni (29) senang dengan penambahan tersebut, karena gajinya hanya Rp800 ribu perbulan.
  • Dewi berharap pemerintah bisa menyelaraskan gaji guru ASN dan non-ASN untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan akan menambah insentif guru honorer dari yang awalnya Rp300 ribu per bulan menjadi Rp400 ribu di tahun 2026 nanti. Meski kecil, langkah ini disambut positif oleh para guru. Salah satunya adalag guru honorer di Surabaya Dewi Sri Wahyuni (29).

Dewi mengatakan, gajinya sebagai guru honorer hanya Rp800 ribu per bulan. Jumlah tersebut lebih baik dari enam tahun lalu saat dia pertama kali mengajar yang hanya mendapat Rp400 ribu perbulan.

"Cukup ndak cukup harus pintar-pintarnya kita menajemen uang. Kalau untuk kebutuhan sehari-hari, Insyaallah cukup dari uang suami," ujarnya kepada IDN Times, Sabtu (29/11/2025).

Dewi selama ini bekerja di sebuah sekolah swasta di Kawasan Surabaya Utara. Sudah enam tahun dia mengajar di sana. Mendengar insentifnya akan naik, ia pun merasa senang.

"Senang pastinya kalau ada kenaikan insentif. Setidaknya guru honorer ini tetap diperhatikan, meskipun kenaikannya tidak signifikan," terang dia.

Ditanya soal kelayakan gaji guru honorer, menurut Dewi, setiap instansi memiliki kebijakan gaji yang berbeda-beda. Sedikit banyak gaji tersebut menurutnya cukup untuk kebutuhan guru.

"Menurutku untuk gaji pokok guru honorer itu tiap instansi beda beda jadi aku tidak bisa berpendapat soal itu, tapi kita ambil contoh aja tunjungan guru honorer yang sudah sertifikasi yang tiap bulan kita menerima Rp2 juta per bulan. Itu setidaknya bisa membantu kebutuhan sehari hari kita. Namun tunjungan tersebut diberikan setiap 3 bulan sekali bukan tiap bulan," ungkap dia.

Dewi pun berharap pemerintah bisa lebih menyelaraskan antara gaji guru ASN dengan non ASN. Sebab menurutnya, baik guru ASN dan non ASN sama-sama bekerja untuk mencerdaskan anak bangsa.

"Pesanku kepada pemerintah yaitu minta keselarasan saja terkait guru ASN ataupun guru non ASN, dengan pemberian insentif yang setara atau setidaknya tidak terlalu jauh dengan yang guru ASN tau P3K, karena kita tujuannya sama yaitu mencerdaskan anak Indonesia," pungkas dia.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI berencana menambah bantuan insentif untuk guru honorer di seluruh Indonesia. Hal tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan guru.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Abdul Mu'ti mengatakan, penambahan intensif itu senilai Rp400 ribu per guru per bulan, dari yang sebelumnya Rp300 ribu. Penambahan bantuan insentif untuk guru honorer ini akan dilakukan di tahun 2026.

"Kemudian guru honorer yang tahun lalu mendapatkan tunjangan atau bantuan insentif dari kami Rp300 ribu Mulai tahun depan kita usahakan untuk dapat dinaikkan menjadi Rp400 ribu perbulan," ujar Mu'ti saat upacara peringatan hari Guru Nasional di Surabaya, Selasa (25/11/2025).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Dua Mahasiswa Surabaya Jadi Korban Pembacokan, Polisi Buru Pelaku

29 Nov 2025, 12:29 WIBNews