Malang, IDN Times - Gunung Bromo mengalami peningkatan aktivitas sejak Kamis (5/11/2026) sore. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung meningkatkan status Gunung Bromo usai terjadi erupsi pada Kamis sore.
Gunung Bromo Erupsi, Statusnya Naik Level II
Take a Deeper Read
1. Gunung Bromo sempat muntahkan awan panas sejauh 500 meter
Petugas PVMBG Pos Pengamatan Gunung Bromo, Budi Marwanto mencatat peningkatan aktivitas Gunung Bromo berupa erupsi pada Kamis pukul 17.11 WIB. Gunung Bromo mengeluarkan semburan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 500 meter.
"Dari pantauan kami, aktiviras erupsi terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 46 detik. Smeentara untuk kolom abu yang dikeluarkan berberwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dengan mengarah ke arah barat," terangnya.
2. Status Gunung Bromo langsung naik ke level waspada
Peningkatan aktivitas ini langsung membuat PVMBG menaikkan status Gunung Bromo dari Level I menjadi Level II atau waspada. Ini jadi peningkatan aktivitas Gunung Bromo pertama kali sejak 2019 lalu.
"Untuk status Gunung Bromo saat ini naik ke status Level II (waspada). Karena aktivitas vulkaniknya mengalami peningkatan," bebernya.
3. Masyarakat diimbau tidak mendekati puncak Gunung Bromo
Lebih lanjut, Budi mengimbau kepada masyarakat sekitar, wisatawan, dan pengelola jasa wisata untuk tidak mendekati area puncak Gunung Bromo. Ia mengungkapkan kalau masyarakat harus menjauh dalam radius 1 kilometer dari puncak.
"Dalam radius 1 kilometer ini bisa terjadi letusan freatik yang sifatnya tiba-tiba. Bahkan seringkali terjadi tanpa gejala-gejala vulkanik yang mendahuluinya. Jadi sangat berbahaya kalau mendekat lebih dari 1 kilometer," pungkasnya.
Curated For You
- 7 Penginapan Dekat Wisata Gunung Bromo, Bisa Lihat Bromo dari Sini!27 Oct 2026, 13:04 WIB