Ganjar Pranowo Dilaporkan ke Bawaslu, Sandiaga Uno Pasang Badan

Malang, IDN Times - Debat Calon Presiden (Capres) pada Minggu (7/1/2024) ternyata berbuntut panjang. Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, dianggap menyerang Capres Nomor Urut 3, Prabowo Subianto. Hal ini membuat ia dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) oleh Advokat Pengawas Pemilu (Awaslu).
Awaslu menganggap desakan Ganjar kepada Prabowo untuk membuka data Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) sebagai serangan. Mereka menganggap data tersebut adalah rahasia negara.
1. Sandiaga Uno meminta Bawaslu untuk objektif dan adil

Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Sandiaga Salahuddin Uno, meminta agar Bawaslu bersikap objektif dan adil. Ia menganggap tidak semua harus dihadapi dengan emosi, ia meminta semua pihak berprilaku sejuk selama Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Sandiaga mencontohkan dirinya yang juga pernah menjadi korban serangan capres dan cawapres lain saat Pilpres 2019. Saat itu Sandiaga memang menjadi cawapres Prabowo. Meskipun mendapatkan serangan, ia tidak berpikir untuk melapor ke Bawaslu.
"Saya mengerti sekali (rasanya mendapatkan serangan), tapi saat itu saya menghadapi dan menerima dengan lapang dada, karena masyarakat juga sudah mengerti. Namun tetap saja hukum harus ditegakkan karena Indonesia adalah negara hukum," terangnya saat mengunjungi Kabupaten Malang pada Jumat (12/1/2024).
2. Sandiaga Uno meminta aparat penegak hukum juga bersikap netral

Sandiaga juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk bersikap netral, aparat penegak hukum tidak boleh memihak pada salah satu calon. Ia pun masih yakin jika Pemilu 2024 bisa berjalan sejuk meskipun saat ini atmosfernya sudah mulai memanas.
"TPN (Tim Pemenangan Nasional) Ganjar-Mahfud mendukung agar setiap potensi pelanggaran pemilu diproses. Ini perlu disosialisasikan kepada masyarakat bahwa hukum juga harus ditegakkan," tegasnya.
3. Sandiaga Uno menegaskan jika Ganjar-Mahfud akan mendukung penegakan hukum di Indonesia

Ketua Umum PPP ini juga menyampaikan jika salah satu program pasangan Ganjar-Mahfud adalah penegakan hukum tanpa tebang pilih. Menurutnya, tidak boleh ada seseorang atau kelompok yang kebal terhadap hukum, karena posisi setiap warga negara adalah setara.
"Pasangan Ganjar-Mahfud fokus pada penegakan hukum dan penyelenggaraan pemilu yang bersih. Karena pemilu yang bersih akan memberikan harapan bahwa hukum ini tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas," tandasnya.
Selain itu, pasangan nomor urut 3 ini juga memiliki perhatian pada aspek ekonomi dan sosial. Mereka ingin menghadirkan lapangan pekerjaan dan memperjuangkan hak-hak rakyat kecil.



















