Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gagal Ginjal Akut di Jatim, Faskes Stop Resepkan Obat Sirop

Gagal Ginjal Akut di Jatim, Faskes Stop Resepkan Obat Sirop
ilustrasi obat sirop anak (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Kepala Dinas Provinsi Jawa, Dr Erwin Astha meminta kepada seluruh fasilitas dan tenaga kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat berbentuk sirop atau cair kepada anak-anak. Hal tersebut atas respon adanya kasus Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada anak.

1. Apotek juga diminta tidak jual obat sirop

Ilustrasi sirup obat. (Pixabay.com/Original_Frank)
Ilustrasi sirup obat. (Pixabay.com/Original_Frank)

Dr Erwin mengatakan, larangan tersebut disampaikan sampai adanya pengumuman resmi dari Pemerintah Pusat. Hal itu juga berlaku bagi apotek di seluruh Jawa Timur.

"Seluruh apotek juga dihimbau untuk sementara tidak menjual obat bebas atau bebas terbatas dalam bentuk sirop kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah,” tegasnya.

2. Masyarakat juga tidak diperbolehkan membeli obat tanpa resep dokter

ilustrasi obat sirup anak (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
ilustrasi obat sirup anak (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak secara mandiri tanpa resep dokter memberikan obat berbentuk cair atau sirop kepada anak-anak usia 0-18 tahun, terutama bagi balita.

"Anjuran ini sampai dilakukan pengumuman resmi dari Pemerintah," ungkap dia.

3. Anak demam lebih baik memberi pengobatan lain

ilustrasi demam (IDN Times/Mardya Shakti)
ilustrasi demam (IDN Times/Mardya Shakti)

Jika orang tua mendapati anaknya menderita demam, lebih baik orangtua mencari alternatif lain selain memberikan obat syrup. Seperti mencukupi kebutuhan cairan dan mengompres dengan air hangat.

"Namun jika terdapat tanda-tanda demam bahaya, segera bawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat." tutup Dr. Erwin.

Sebagaimana diketahui jumlah kasus yang dilaporkan secara nasional hingga 18 Oktober 2022, sebanyak 206 dari 20 provinsi dengan angka kematian sebanyak 99 anak.

Sementara di Jawa Timur sampai 20 Oktober tercatat 23 kasus, 10 kasus di Surabaya dan 9 kasus di Malang. Tercatat meninggal 12 kasus, sembuh 8 kasus dan dirawat 3 kasus.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More

Pasca Memakan Korban, Proyek Gorong-gorong di Surabaya Dievaluasi

13 Jun 2026, 17:59 WIBNews