Malang, IDN Times - Stadion Kanjuruhan menjadi saksi bisu sebuah tragedi maut terbesar sepanjang sejarah olahraga Indonesia. Peristiwa yang menelan 135 jiwa pada 1 Oktober 2022 lalu itu akan terus dikenang, sampai kapanpun. Di tengah pengusutan kasusnya yang penuh kontroversi, stadion berkapasitas 38 ribu penonton itu kini dibiarkan teronggok tak terawat. Debu, rumput dan semak memenuhi hampir semua bagian dari stadion itu.
Kamis, (20/7/2023), IDN Times mencoba menulusuri lorong-lorong di Kanjuruhan. Di tengah kesunyiannya masih ada berbagai sisa tragedi, seperti sepatu hingga baju korban. Berikut adalah foto terkini di dalam stadion yang rencananya akan mulai direnovasi Agustus mendatang tersebut.
