Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekosistem Halal Jatim Makin Gemuk, 703.853 Sertifikat Terbit 1,8 Juta
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam Fesyar 2026. Dok. Pemprov Jatim
  • Hingga Agustus 2026, Jawa Timur menerbitkan 703.853 sertifikat halal untuk sekitar 1,8 juta produk, didukung 22 zona KHAS, 804 destinasi ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal.

  • Pemprov Jatim memperkuat ekosistem halal secara menyeluruh, mencakup rantai pasok, pembiayaan, pemasaran, dan akses pasar global; aset perbankan syariah tercatat Rp937,13 triliun.

  • Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi di Jeddah membukukan transaksi lebih Rp6,7 triliun, dengan kunjungan investor Saudi dijadwalkan untuk mendorong kemitraan dan pengembangan industri halal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Pemprov Jatim meraih Terbaik I Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian.

Agustus 2026

Sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jawa Timur untuk sekitar 1,8 juta produk.

Untuk sekarang

Jawa Timur memiliki 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat, 804 destinasi wisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal.

Terbaru

Jatim mencatat transaksi lebih dari Rp6,7 triliun dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Arab Saudi di Jeddah.

Oktober, November, hingga awal Januari

Tim investor dari Arab Saudi dijadwalkan mengunjungi Jawa Timur untuk menindaklanjuti kerja sama dan pengembangan ekosistem halal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jawa Timur telah menerbitkan 703.853 sertifikat halal yang mencakup sekitar 1,8 juta produk hingga Agustus 2026, seiring pengembangan ekosistem industri halal dan keuangan syariah.
  • Who?
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, pesantren, serta investor Arab Saudi terlibat dalam pengembangan ekosistem tersebut.
  • Where?
    Pengembangan berlangsung di Jawa Timur, termasuk 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat, 804 destinasi wisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal.
  • When?
    Data sertifikat halal tercatat hingga Agustus 2026. Tim investor Arab Saudi dijadwalkan mengunjungi Jawa Timur pada Oktober, November, hingga awal Januari.
  • Why?
    Penguatan ekosistem halal ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, daya saing pelaku usaha, akses pasar domestik dan global, serta memperkuat rantai pasok, pembiayaan, dan pemasaran.
  • How?
    Pemprov Jawa Timur mengembangkan sertifikasi halal, zona dan kawasan halal, destinasi ramah muslim, keuangan syariah, misi dagang dengan Arab Saudi, serta forum FESyar untuk transaksi dan kemitraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Jawa Timur, sudah ada 703.853 sertifikat halal untuk sekitar 1,8 juta barang sampai Agustus 2026. Bu Khofifah bilang usaha halal terus bertambah. Ada tempat makan halal, tempat wisata ramah Muslim, dan kawasan halal. Jawa Timur juga berdagang dengan Arab Saudi. Nanti, orang dari Arab Saudi akan datang untuk melihat peluang usaha.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penerbitan 703.853 sertifikat halal bagi sekitar 1,8 juta produk menunjukkan fondasi ekosistem halal Jawa Timur semakin luas, didukung kawasan halal, destinasi ramah muslim, dan sektor keuangan syariah yang kuat. Aktivitas dagang internasional serta forum FESyar juga mempertemukan pelaku usaha dan mitra, sehingga membuka ruang bagi transaksi, kemitraan, dan pengembangan pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Ekosistem industri halal Jawa Timur (Jatim) terus membesar. Hingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan untuk sekitar 1,8 juta produk di Jatim. Angka tersebut menjadi salah satu indikator semakin luasnya aktivitas industri halal dari sektor produksi hingga pemasaran.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan penguatan ekosistem halal menjadi bagian penting dalam mendorong produk Jawa Timur tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global.

“Kekuatan ekosistem halal Jawa Timur sendiri terus berkembang. Untuk sekarang, kita sudah punya 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat atau KHAS, 804 destinasi pariwisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal. Insya Allah ini akan selalu kita kembangkan lebih jauh,” ujarnya.

Khofifah menyebut, ekosistem tersebut perlu diperkuat secara menyeluruh. Bukan hanya memastikan produk memenuhi standar halal, tetapi juga membangun rantai pasok, pembiayaan, pemasaran hingga akses ke pasar internasional.

Pertumbuhan sertifikasi halal menjadi salah satu fondasi penting. Hingga Agustus 2026, 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jatim dengan cakupan sekitar 1,8 juta produk.

Khofifah berharap capaian tersebut semakin meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha.

Sebab, sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan bagi konsumen Muslim. Bagi pelaku usaha, sertifikasi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar dan membangun kepercayaan terhadap produk.

Penguatan industri halal Jatim juga berjalan beriringan dengan perkembangan sektor keuangan syariah. Khofifah menyebut nilai aset perbankan syariah di Jawa Timur telah mencapai Rp937,13 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah tercatat sebesar Rp857,63 triliun.

“Penguatan ekosistem halal juga berjalan seiring dengan penguatan sektor keuangan syariah. Nilai aset perbankan syariah di Jawa Timur mencapai Rp937,13 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp857,63 triliun,” terang Khofifah.

Jatim juga membawa pengembangan industri halal ke level internasional. Pemprov Jatim sebelumnya meraih Terbaik I Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian. Ekspansi tersebut antara lain diarahkan pada penguatan rantai pasok kebutuhan haji dan umrah.

Terbaru, Jatim mencatat transaksi lebih dari Rp6,7 triliun dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Arab Saudi di Jeddah. Menurut Khofifah, transaksi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan dagang. Tim investor dari Arab Saudi dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jawa Timur pada Oktober, November, hingga awal Januari.

“Ini akan diikuti dengan kunjungan tim investor ke Jawa Timur pada Oktober, November, dan awal Januari. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi pengembangan ekosistem dan industri halal yang sedang kita tumbuh kembangkan,” tuturnya.

Khofifah juga melihat FESyar Jawa 2026 sebagai ruang mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, pesantren, pemerintah, dan mitra lainnya. Melalui forum, pameran, serta berbagai kompetisi, kegiatan tersebut diarahkan untuk membuka peluang transaksi sekaligus membangun kemitraan baru.

“Saya percaya bahwa resonansi FESyar di Jawa Timur ini sangat kuat. Bahkan ada salah satu pimpinan pelaku usaha Saudi Arabia yang mengunggah tentang FESyar ini. Itu berarti, resonansinya sangat kuat,” katanya.

Khofifah menekankan keberhasilan FESyar tidak cukup diukur dari ramainya festival atau besarnya transaksi selama kegiatan berlangsung. Dampak jangka panjang setelah festival justru menjadi ukuran penting.

Ia berharap FESyar mampu melahirkan kerja sama yang terus berjalan, mulai dari transaksi, kemitraan, pengembangan usaha, inovasi hingga perluasan pasar.

“Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang terus berlanjut setelah festival ini selesai. Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya,” pesannya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article