Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dinkes Magetan Imbau Warga Waspada HMPV, Gejalanya Mirip Flu
Ilustrasi anak-anak SD. IDN Times/ Riyanto.

Magetan, IDN Times – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap Human Metapneumovirus (HMPV). Meski hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah tersebut, masyarakat diminta tidak lengah karena virus ini menyerang saluran pernapasan dan memiliki gejala mirip flu.

1. Gejala HMPV mirip flu, penularannya lewat droplet

Ilustrasi penderita flu. IDN Times/ Riyanto.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Swantiyo, menjelaskan bahwa HMPV menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, pusing, dan sakit tenggorokan. "Gejalanya hampir sama seperti flu biasa atau ISPA karena menyerang saluran pernapasan," ujarnya, Kamis (18/1/2025).

Suwantiyo menegaskan pentingnya pencegahan karena HMPV menular melalui droplet atau percikan ludah. Ia menyarankan masyarakat memakai masker di kerumunan, rutin mencuci tangan, serta menghindari kontak langsung jika merasa sakit. "Kalau merasa tidak sehat, hindari menularkan ke keluarga atau orang lain," tegasnya.

2. Daya tahan tubuh jadi kunci pencegahan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Swantiyo. IDN Times/ Riyanto.

Selain menjaga kebersihan, Suwantiyo mengimbau masyarakat untuk memperkuat imunitas tubuh dengan pola makan sehat, cukup istirahat, mengurangi merokok, dan tidak begadang. "Imunitas tubuh yang baik adalah benteng utama melawan infeksi. Jadi, jaga kesehatan agar terhindar dari virus ini," katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa penanganan HMPV mirip dengan flu biasa, yakni cukup dengan mengobati gejala yang muncul. "Kalau batuk atau pilek, cukup diobati dengan terapi standar. Namun, pencegahan tetap yang utama," tambahnya.

3. Segera periksa jika mengalami gejala

Ilustrasi Human Metapneumovirus (HMPV)

Meski belum ada laporan kasus di Magetan, Dinkes mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, terutama dengan meningkatnya kasus di beberapa negara. "Tidak perlu panik, tapi harus tahu cara mencegah dan menangani jika virus ini muncul," ujar Swantiyo.


Ia juga memastikan pengawasan di pintu masuk Indonesia, seperti bandara dan pelabuhan, terus diperketat. Pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan dari luar negeri menjadi langkah antisipasi agar virus tidak masuk dan menyebar di Indonesia.


"Kalau mengalami gejala dan memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri, segera periksa kesehatan. Yang paling penting adalah saling menjaga agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article