Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lamongan Empat Bulan Banjir, Warga Salat Id Pakai Sepatu Boot

Lamongan Empat Bulan Banjir, Warga Salat Id Pakai Sepatu Boot
Warga Lamongan rayakan Lebaran dengan banjir. (Dok. Istimewa).
Intinya Sih
  • Warga Desa Sidomulyo, Lamongan, merayakan Idulfitri di tengah banjir yang belum surut selama empat bulan, dengan rumah dan jalanan masih tergenang air.
  • Meskipun kondisi sulit, warga tetap melaksanakan salat Idulfitri di masjid yang aman dari genangan, lalu bersilaturahmi di area masjid sesuai imbauan imam.
  • Banjir membuat suasana kampung sepi dan aktivitas ekonomi terganggu, namun sebagian warga memanfaatkan tempat lebih tinggi untuk beraktivitas sambil berharap air segera surut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lamongan, IDN Times - Gema takbir berkumandang merdu memecah kesunyian Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (21/3/2026) pagi. Di balik meriahnya takbir, ada rasa getir di hati warga, sebab hari raya Idulfitri tahun ini ditemani banjir.

Banjir yang melanda Kabupaten Lamongan sejak empat bulan lalu tak kunjung surut. Airnya menggenangi rumah-rumah dan jalanan. Lumut-lumut hijau menempel dimana mana hingga membuat licin.

Meski banjir, sejumlah warga tetap berbondong-bondong salat Idulfitri di masjid. Seakan enggan ketinggalan merayakan momen yang hanya datang dari tahun sekali itu.

Mukenah dan baju kokoh mereka nampak kontras dengan air banjir yang kotor dan berlumut. Sebagian dari mereka mengenakan sepatu boots, menghindari kotornya air.

Di antara warga-warga itu, ada Zainal Abidin. Ia memilih tetap pergi salat Idulfitri di Masjid. Selain menuntaskan keharusan ibadah setelah sebulan penuh puasa, pergi ke masjid adalah satu-satunya cara dia bersalam-salaman dengan tetangga. Sebab, hanya di masjid lah tempat paling aman dari genangan banjir.

"Karena banjir, imam masjid imbau jamaah setelah sholat ied gak pulang dulu. Tapi, menunggu bersalaman dulu di area masjid. Karena masjid kondisinya aman dan tidak terendam. Akhirnya hampir semua jemaah tidak pulang dulu dan bersilaturahmi di komplek masjid," ujar Abidin.

Abidin bilang, suasana Lebaran Idulfitri tahun ini tentu saja sangat berbeda jauh dari tahun lalu. Tahun ini, kampungnya sepi, lantaran jalanan tempat tinggalnya dipenuhi air.

"Sepi gak ramai dan seng pasti paceklik nul karena warga gak bisa panen ikan. Beberapa warga yang akhirnya cari tempat untuk bersilaturahmi," kata dia.

Meskipun begitu, banjir pagi tadi masih lebih mending dari beberapa hari lalu. Genangan air kini sudah lebih surut dari sebelumnya.

"Bagi yang rumahnya terendam, mereka manfaatkan dapur hingga toko disamping rumah yang kondisinya lebih tinggi dan tidak banjir," tuturnya.

Besar harapan Zainal agar banjir di kampung surut. Sehingga, warga bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa tanpa tergenang air.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More