Cek Motor Kamu yang Hilang Apakah Ada di Polrestabes Surabaya

- Polrestabes Surabaya akan mengembalikan 800 motor curian melalui Bazar Ranmor
- Bazar Ranmor digelar dalam dua sesi, pada 21-24 Januari dan 26-30 Januari 2026
- Masyarakat yang merasa kehilangan motor bisa datang langsung dengan membawa bukti kepemilikan
Surabaya, IDN Times - Sebanyak 800 unit motor hasil pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bakal dikembalikan Polrestabes Surabaya ke pemiliknya. Pengembalian itu akan dilakukan melalui 'Bazar Ranmor'.
Bazar Ranmor akan digelar di Polrestabes Surabaya. Bazar ini digelar dalam dua sesi. Sesi pertama pada 21-24 Januari 2026, dan sesi kedua pada 26-30 Januari 2026.
Masyarakat Surabaya yang merasa motornya dicuri, bisa datang langsung ke Polrestabes Surabaya dan sesuai jadwal yang ditentukan. Siapa tahu, motor yang dicuri itu ada di antar 800 kendaraan.
Pengembalian motor ini tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Syaratnya, masyarakat bisa datang dengan membawa bukti pendukung BPKB, STNK, atau Lembar Tilang.
Bagi masyarakat yang merasa kehilangan motor bisa cek di link ini, https://linktr.ee/polrestabessby?utm_source=ig&utm_medium=social&utm_content=link_in_bio&fbclid=PAb21jcAPZSidleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZA81NjcwNjczNDMzNTI0MjcAAaeQCGPgAtJc8pXdRKiDoi4D8eDmZG0Fj8af02AM0XSTsvP-hoYZNSP9_PCv_w_aem_QnbGuOTWZXnmTd6mEudcDg
“Ini nanti rencananya kami akan bikin bazar. Kami akan kembalikan ke pemiliknya. Dia tinggal membawa dokumen kepemilikan,” kata Kombes Luthfie seperti dikutip dari instagram @surabayapolice1.official.
Luthfie mengatakan, di Bazar Ranmor 800 motor telah ditata sesuai dengan identifikasi jenis kepemilikannya. Sehingga, pemilik bisa dengan mudah mencari kendaraanya.
Polisi melati tiga ini menyebut, ratusan motor plat nomornya itu mayoritas telah diganti. Sehingga, untuk mencocokkan, polisi akan menggunakan nomor mesin.
“Kebanyakan memang non-nomor polisinya itu kan sudah diganti ya. Ganti. Jadi memang kami buka lagi dari nomor angka nomor mesin seperti ini. Akhirnya muncul nih nama pemilik,” jelasnya.
Luthfie menuturkan, hasil penelusuran, motor curian itu bukan hanya berasal dari Surabaya saja, melainkan juga ada dari luar Kota. Bahkan ada juga yang berasal dari Banten.
“Kan orang itu enggak selalu ingat nih, motor saya nomornya berapa. Enggak ingat kan. Jadi kami akan langsung umumkan nanti berikut dengan nama pemilik,” ujar Luthfie.


















