Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BRI Kirim Perahu Literasi, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di Pesisir Tolitoli

WhatsApp Image 2025-10-25 at 9.32.33 AM.jpeg
Perahu Pustaka Tolitoli. Dok. BRI
Intinya sih...
  • BRI Peduli mengirim Perahu Literasi ke Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah
  • Perahu dilengkapi dengan perangkat pendidikan dan buku bacaan berkualitas
  • Program ini mendukung tujuan SDGs nomor 4 tentang kualitas pendidikan yang inklusif
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Akses terhadap pendidikan yang berkualitas masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Bagi anak-anak yang tinggal di gugusan pulau terpencil, menuntut ilmu sering kali berarti harus bertaruh nyawa melintasi lautan luas atau menempuh perjalanan darat yang sangat jauh. Kesenjangan fasilitas dan keterbatasan akses literasi di wilayah perbatasan dan terluar membutuhkan tangan dingin dari berbagai pihak untuk berkolaborasi. Menyadari urgensi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui payung BRI Peduli menghadirkan sebuah solusi inovatif melalui Program Literasi Anak Negeri.

Salah satu manifestasi nyata dari program ini adalah penyaluran Perahu Literasi untuk anak-anak di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keterbatasan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi generasi muda di pelosok nusantara untuk meraih mimpi mereka melalui jendela dunia, yakni buku bacaan.

Dalam menjalankan inisiatif ini, BRI Peduli tidak berjalan sendiri. Perusahaan menjalin kemitraan strategis dengan Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli, sebuah organisasi lokal yang memiliki dedikasi tinggi dalam menyebarkan edukasi ke pulau-pulau kecil dan terluar di wilayah tersebut. Dukungan yang diberikan BRI Peduli bersifat komprehensif; tidak hanya berupa satu unit perahu sebagai sarana transportasi, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai perangkat penunjang pendidikan seperti proyektor, alat tulis, dan ribuan buku bacaan berkualitas.

Kehadiran perahu ini diharapkan mampu mengoptimalkan kegiatan literasi yang rutin dilakukan oleh para relawan yayasan. Dengan sarana yang lebih mumpuni, jangkauan edukasi dapat diperluas, menyentuh titik-titik pemukiman yang sebelumnya sulit diakses karena kendala transportasi laut.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menjelaskan bahwa intervensi melalui Program Literasi Anak Negeri di Tolitoli merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Secara spesifik, program ini menyasar tujuan poin nomor 4, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif, merata, serta meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Mengenai visi di balik bantuan ini, Dhanny memberikan penekanan pada pentingnya aksesibilitas pendidikan di daerah pinggiran:

“Pemberian Perahu Literasi di Tolitoli merupakan bentuk nyata kepedulian BRI bagi kemajuan pendidikan di daerah, terutama wilayah pesisir. Harapannya, Perahu Literasi ini dapat menjangkau pulau-pulau di sekitar sehingga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk meningkatkan literasi melalui membaca,” ujar Dhanny, seperti dikutip dari website resmi BRI.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Indonesia Emas hanya bisa dicapai jika pondasi pendidikannya kokoh dan dapat dinikmati secara adil oleh seluruh anak bangsa, baik yang berada di kota besar maupun yang di garis pantai terluar.

Bagi masyarakat lokal, kehadiran Perahu Literasi adalah sebuah anugerah besar. Fandy Lamaming, Ketua Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli, menyatakan bahwa perahu tersebut berfungsi ganda. Selain sebagai perpustakaan terapung, perahu dari BRI Peduli ini juga sering dimanfaatkan untuk memobilisasi siswa dan tenaga pendidik antar pulau. Hal ini sangat krusial mengingat Tolitoli memiliki 43 pulau, di mana 13 di antaranya berpenghuni namun minim fasilitas transportasi publik yang memadai.

Program Perahu Pustaka sendiri sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2015 oleh tiga pemuda lokal yang resah melihat tingginya angka buta aksara di tanah kelahiran mereka. Kini, dengan dukungan resmi dari BRI, gerakan tersebut memiliki energi baru untuk bergerak lebih masif. Fandy mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kolaborasi ini:

“Kami sangat bersyukur atas bantuan kapal, mesin dan sarana dari BRI Peduli. Bantuan ini membuat program Perahu Pustaka Tolitoli berjalan lancar. Sekarang kami bisa berlayar ke pulau terluar dengan aman, anak-anak senang dengan buku baru, dan malamnya mereka menikmati film edukasi. Mimpi jadi nyata,” ungkapnya.

Kegiatan literasi di Tolitoli kini rutin dilaksanakan tiga kali seminggu, menjangkau pulau-pulau seperti Pulau Lingayan, Pulau Dolangan, dan Pulau Salando. Materi yang diajarkan pun sangat beragam, mulai dari kelas membaca untuk anak-anak, pengentasan buta aksara bagi orang dewasa, hingga pelatihan keterampilan bahari yang berkelanjutan bagi para nelayan.

Dhanny menambahkan bahwa Perahu Literasi bukan sekadar alat untuk mendistribusikan buku, melainkan simbol harapan yang menyalakan kembali semangat belajar masyarakat. Ia percaya bahwa inovasi seperti ini mampu meruntuhkan tembok pembatas geografis yang selama ini menghambat kemajuan intelektual anak bangsa.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas kolektif yang memerlukan kerja sama dari berbagai sektor:

“Program Perahu Literasi adalah contoh nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, asal dilakukan dengan komitmen dan kolaborasi. Karena itu, upaya mencerdaskan anak bangsa tak bisa hanya bergantung pada satu pihak. Diperlukan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat untuk memperluas dampak gerakan seperti ini,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar, BRI Peduli juga melakukan aksi serupa di lokasi lain, seperti di SDN 1 Malaka, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Di sana, fokus diberikan pada peningkatan kemampuan literasi dasar, kemandirian siswa, serta penguatan kapasitas guru. Semua rangkaian kegiatan ini membuktikan bahwa BRI konsisten berada di garda terdepan dalam mendorong terciptanya generasi Indonesia yang cerdas, tangguh, dan unggul di masa depan.

Share
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Polda Jatim Selidiki Dugaan Penipuan Investasi Kripto Rp900 Juta

25 Jan 2026, 11:21 WIBNews