Surabaya, IDN Times - Basarnas memastikan sebanyak 25 orang kru KM Mutiara Sentosa II telah dievakuasi. Mereka dievakuasi secara bertahap ke Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Kalianget, Sumenep sejak Minggu (2/8/2026) hingga Senin (3/8/2026).
Kepala Basarnas RI, Marsdya TNI, Mohammad Syafi'i memastikan, tak ada kru yang tertinggal di kapal. Hasil konfirmasi nahkoda kapal, mereka menyampaikan seluruh petugas telah dievakuasi.
"Tidak ada (yang tertinggal), sementara dari hasil informasi, beberapa nahkoda yang kita selamatkan menyampaikan bahwa yang pertama para kru kapal meyakini bahwa seluruh kru yang jumlahnya ada 25 ini dinyatakan selamat. Itu informasi sementara yang disampaikan," ujarnya di Posko Terpadu Penanganan Penumpang KM Mutiara Sentosa II yang berada di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8/2025)
Tak cuma itu, tenaga-tenaga bantuan kapal seperti tukang masak di kapal dan tim lainnya juga sudah dievakuasi. Beberapa dari mereka ada juga yang dibawa ke rumah sakit.
"Kemudian juga ada tenaga-tenaga bantuan yang ada di kapal seperti di catering segala ini. Ini juga disampaikan bahwa tim atau teman-temannya semuanya terkonfirmasi selamat. Begitu juga hari ini kita tadi menemui beberapa korban yang masih di rumah sakit," ucapnya.
Pihaknya juga telah mengkonfirmasi kru selamat tentang kondisi teman maupun tim mereka, mereka menyampaikan teman-temannya dipastikan telah dievakuasi. Walaupun, ada di antaranya yang tak selamat.
"Kita yakinkan dan disampaikan bahwa temannya, keluarga nya atau tim yang dia kenal terkonfirmasi sudah ditemukan. Walaupun ada beberapa yang dalam kondisi meninggal. Dan kondisi meninggal ini pun sebenarnya kita evakuasi karena seluruh penumpang yang melompat dari kapal ini dalam kondisi menggunakan life vest," jelas dia.
Syafi'i pun mengkoreksi bahwa jumlah korban yang telah dievakuasi adalah 233 orang. Lima di antaranya meninggal dunia. Kemudian, 57 orang masih berada di Kapal KN Masalembo perjalanan menuju Surabaya.
"Hari ini terkonfirmasi ada 233, namun dari 233 ini belum semuanya ada di sini, karena sebagian masih ada di Pulau Masalembu," pungkas dia.
