Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Arema FC Siap Sinergi dengan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan  

Arema FC Siap Sinergi dengan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan
General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Share Article

Malang, IDN Times - Manajemen Arema FC menjadi bulan-bulanan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan saat kegiatan rekonsiliasi di Aula Polres Malang pada Selasa (28/5/2024). Pihak Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan merasa Manajemen Arema FC lepas tanggung jawab usai pecah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan merasa jika Manajemen Arema FC tidak memiliki attitude yang baik karena tidak mau menemui mereka dan meminta maaf. Padahal sanak saudara mereka tewas saat mendukung tim Arema FC.

1. Manajemen Arema FC meminta maaf jika selama ini kurang terbuka

General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

General Manajer Arema FC, Yusrinal Fitriandi mengatakan jika mereka meminta maaf jika selama inj kurang memperhatikan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan. Pasalnya mereka harus menyelesaikan masalah internal di dalam tim dan menyelesaikan kompetisi ketika tim dalam kondisi terseok-seok.

"Tapi bukan berarti tidak melakukan apa-apa, ada beberapa perwakilan kita yang tadi disebut ada manajer yang kita utus untuk ketemu dengan para korban, tapi mungkin tidak memuaskan. Jadi saya sebagai manajemen juga minta maaf kepada mereka juga," terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (29/5/2024).

Rekonsiliasi yang diinisiasi oleh Polres Malang ini diakui Yusrinal membuka jalan dialog sehingga mereka siap memberikan support pada Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan. Manajemen Arema FC sangat ingin bersinergi dengan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan dalam pemberdayaan dan lainnya.

"Artinya pertemuan ini kita memikirkan sekarang dan kedepannya, apa yang bisa kita bantu apa yang bisa kita support dari keluarga korban. Ini kan lebih konstruktif, apalagi pihak Kepolisian pemerintah ikut menjembatani dan mensupport juga," jelasnya.

"Apa yang harus kita support, itu lebih ke situ sekarang, yang kemarin-kemarin bukan melupakan, tapi kita anggap inilah titik temu, itu baru untuk kita mengarahkan ke depannya harus bagaimana," sambungnya.

2. Manajemen Arema FC dan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan akan bertemu lagi

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan (kiri) berdialog dengan Manajemen Arema FC di Aula Polres Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan (kiri) berdialog dengan Manajemen Arema FC di Aula Polres Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Yusrinal mengatakan jika mereka akan kembali melakukan pertemuan dengan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan usai melaksanakan doa bersama pada 22 Juni 2024. Pertemuan ini akan membicarakan sinergitas antara Arema FC dengan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan.

"Tadi sudah berdiskusi sedikit, dari keluarga korban nanti ada pertemuan selanjutnya kita harus bagaimana. Mereka juga ada usulan-usulan terkait dengan sinergitas antara Manajemen Arema, Kepolisian, pemerintah. Soalnya kan ada yayasan mereka," jelasnya.

3. Manajemen Arema FC mengatakan rekonsiliasi ini bagian meminta restu berkandang lagi di Kanjuruhan

Kegiatan rekonsiliasi antara Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan bersama Polres Malang, Pemkab Malang, hingga Manajemen Arema FC. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Kegiatan rekonsiliasi antara Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan bersama Polres Malang, Pemkab Malang, hingga Manajemen Arema FC. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, Yusrinal mengakui jika rekonsiliasi ini merupakan bagian dari permintaan restu pada Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan agar mereka kembali bermain di Stadion Kanjuruhan. Pasalnya Stadion Kanjuruhan akan selesai direnovasi pada Desember 2024, dan Arema FC akan memulai menggunakan stadion ini pada putaran kedua Liga 1 Musim 2024/2025.

"Sebelum kita mulai bertanding lagi semua harus oke. Secara psikologis, apapun itulah namanya jadi kita dengan keluarga korban, kepolisian, dan pihak pemerintah. Semua aspek dalam tim kalau kita ngomong sepak bola itu harus sudah bersinergi untuk menghadapi dari sisi pertandingan Arema maupun kompetisi tahun depan," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

Keluarga Tragedi Kanjuruhan Protes Pemkab Berat Sebelah ke Arema FC

29 Mei 2024, 10:25 WIBNews
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More