Malang, IDN Times - Arema FC akan kembali menggelar pertandingan pada malam hari saat menjamu Bali United pada Jumat (6/3/2026), ini akan jadi pertandingan malam pertama Singo Edan setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Ini sekaligus jadi pembuktian bahwa Stadion Kanjuruhan telah layak digunakan untuk pertandingan pada malam hari.
Arema FC Gelar Pertandingan Malam Pertama Setelah Tragedi Kanjuruhan

1. Pertandingan malam pertama Arema FC sejak Tragedi Kanjuruhan, polisi telah berkoordinasi dengan berbagai pihak
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan jika pengamanan pada pertandingan besok yang akan digelar pukul 20.30 WIB akan jadi krusial. Oleh karena itu, ia telah melakukan rapat koordinasi dengan jajaran TNI-Polri, manajemen Arema FC, Askab PSSI, perwakilan suporter, hingga steward stadion.
Ia menegaskan bahwa rapat koordinasi bukan sekadar agenda rutin menjelang pertandingan. Ia meminta seluruh pihak menganggap setiap laga sebagai operasi baru demi memastikan pengamanan berjalan optimal.
"Rapat koordinasi ini memang bukan yang pertama, namun kita tidak boleh menganggapnya sebagai kegiatan biasa. Kita harus memperlakukannya sebagai operasi baru agar seluruh tahapan pengamanan benar-benar siap dan pertandingan berjalan kondusif," terangnya pada Kamis (5/3/2026).
2. Sebanyak 777 personel gabungan akan mengamankan pertandingan ini
Taat mengungkapkan jika sebanyak 777 personel gabungan dari Polda Jatim, Polres Malang, TNI dan Pemkab Malang akan diterjunkan dengan pola pengamanan terbagi dalam 4 zona. Menurutnya keberhasilan pengamanan tidak hanya bertumpu pada aparat kepolisian.
"Kita akan lakukan Kolaborasi lintas sektoral antara panitia pelaksana, steward, tim medis, TNI, hingga perwakilan suporter menjadi kunci utama. Karnea keberhasilan pengamanan adalah hasil kolaborasi solid semua pihak. Komunikasi harus terbuka dan responsif terhadap dinamika di lapangan," tegasnya.
3. Meskipun laporan intel pertandingan ini akan berjalan kondusif, tapi potensi kerawanan tetap ada
Lebih lanjut, Taat mengungkapkan jika berdasarkan laporan intelijen memprediksi situasi relatif aman, tapi ia meminta seluruh personel tidak lengah. Pasalnya, potensi kerawanan tetap ada karena pertandingan digelar malam hari.
Apalagi berdasarkan keterangan Safety Security Officer Arema FC, ternyata masih ditemukannya upaya penyelundupan minuman keras melalui pagar ring 2 dan potensi penyalaan flare oleh suporter. Sehingga koordinasi pengamanan tertutup dan kesiapan steward pun menjadi bagian dari pembahasan dalam rakor tersebut. "Meskipun prediksi relatif aman, kita dilarang underestimate. Sekecil apa pun potensi gangguan harus diantisipasi sesuai prosedur tetap, apalagi pertandingan digelar malam hari," pungkasnya.