Surabaya, IDN Times - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) menggandeng perusahaan teknologi asal China melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan HGI Research Centre di Shanghai untuk memperkuat pendidikan vokasi berbasis industri.
Fokusnya meliputi penyusunan kurikulum bersama, sertifikasi vokasi internasional, kemitraan sekolah dengan industri, hingga program pertukaran internasional bagi guru dan siswa.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi menyiapkan lulusan SMK yang mampu bersaing di industri global, terutama di sektor digital yang berkembang sangat cepat.
"Industri digital kini menjadi arah penting pertumbuhan ekonomi. Melalui kolaborasi ini kami ingin mencetak talenta muda yang tidak hanya menguasai keterampilan digital mutakhir, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan wawasan internasional," ujarnya, Kamis (18/7/2026).
Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam kunjungan resmi delegasi Dindik Jatim ke Shanghai pada 8-12 Juni 2026. Selain menandatangani LoI, rombongan juga berdiskusi dengan HGI Research Centre serta mengunjungi sejumlah sekolah vokasi terkemuka di kota tersebut untuk mempelajari model integrasi pendidikan dengan dunia industri.
Salah satu konsep yang menjadi perhatian adalah Chinese dan Class Skill, yakni metode pembelajaran yang menggabungkan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional di bidang desain gim, media digital, produksi konten, hingga industri kreatif.
Menurut Aries, pendekatan tersebut tidak hanya membekali siswa dengan kemampuan teknis, tetapi juga meningkatkan kompetensi komunikasi lintas budaya yang kini menjadi kebutuhan perusahaan global.
Dalam kunjungan tersebut, Dindik Jatim juga menjajaki berbagai peluang kerja sama lain, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi guru, hingga pelatihan di bidang kecerdasan buatan (AI).
"Kami diundang langsung untuk melihat model pendidikan vokasi yang mereka kembangkan. Mereka berharap kerja sama ini segera diimplementasikan, terutama dalam peningkatan kompetensi guru dan murid di bidang digitalisasi, AI, serta berbagai program vokasi lainnya," kata Aries.
Delegasi Jatim juga mengunjungi Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, serta Shanghai Arts and Crafts Vocational College. Di sana mereka mempelajari penerapan teknologi digital dalam bidang animasi, pengembangan gim, media digital, kecerdasan buatan, hingga pelestarian budaya berbasis teknologi.
Melalui kerja sama ini, Pemprov Jatim berharap lulusan SMK tidak hanya siap memasuki dunia kerja nasional, tetapi juga mampu bersaing di industri internasional dengan bekal keterampilan digital, sertifikasi global, dan pengalaman belajar yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri masa depan.
