Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Jatim Prioritaskan Vaksin PMK untuk Sapi Perah

Kota Surabaya
Alasan Jatim Prioritaskan Vaksin PMK untuk Sapi Perah
Ilustrasi sapi perah (unsplash.com/Flash Dantz)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Vaksinasi hewan ternak di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terus digeber Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). Sejauh ini hewan ternak yang sudah divaksinasi mencapai 84 persen dari target sebanyak 363.400 dosis vaksin.

  1. 1. Sebanyak 84 persen sapi perah di Jatim sudah tervaksinasi

    Ilustrasi Peternakan Sapi Perah (IDN Times/Shemi)
    Ilustrasi Peternakan Sapi Perah (IDN Times/Shemi)

    Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jatim, Indyah Aryani mengatakan, vaksinasi PMK di wilayahnya dibagi beberapa tahap. Nah, untuk tahap pertama ditargetkan 363.400 dosis vaksin. Kemudian target yang divaksinasi ialah sapi perah.

    "Sampai hari ini, sudah 84 persen yang terealisasi. InsyaAllah tiga hari lagi minggu-minggu ini selesai dari target. Pertama sapi perah," ujarnya saat ditemui IDN Times di Masjid Al-Akbar Surabaya, Minggu (10/7/2022).

  2. 2. Sapi perah diprioritaskan karena kerugian ekonomisnya tinggi

    Ilustrasi Peternakan Sapi Perah (IDN Times/Shemi)
    Ilustrasi Peternakan Sapi Perah (IDN Times/Shemi)

    Alasan pemerintah memprioritaskan sapi perah, kata Indi--sapaan karib Kepala Disnak Jatim-, karena kerugian ekonomisnya sangat besar. Dia menyebut, jika ada sapi perah yang terpapar maka produksi susunya akan otomatis terhambat. "Kemudian usia hidupnya lebih panjang, nah ini yang kita pertahankan di sini," kata dia.

    "Ya ada beberapa (sudah terpapar), cuman kalau vaksinasi akan kami vaksinasi semua dari populasi yang ada," Indi menambahkan.

  3. 3. Setelah sapi perah akan melakukan vaksin terhadap sapi potong dan kambing

    Ilustrasi Peternakan Sapi Perah (IDN Times/Shemi)
    Ilustrasi Peternakan Sapi Perah (IDN Times/Shemi)

    Lebih lanjut, apabila vaksinasi PMK untuk sapi perah tuntas, pemerintah akan melanjutkan vaksinasi bagi sapi potong terlebih dahulu. Jika sapi potong selesai, maka dilanjutkan ke kambing maupun domba. "Sapi potong dulu baru nanti kambing, ketersediaan vaksinnya menunggu kiriman dari pemerintah pusat Kementerian Pertanian," pungkas Indi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More