Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Agendanya Bertemu Rais Aam PBNU Batal, Ma'ruf Amin Duga Karena Beda Dukungan Pilgub

Agendanya Bertemu Rais Aam PBNU Batal, Ma'ruf Amin Duga Karena Beda Dukungan Pilgub
Ma'ruf Amin bersama Cagub Luluk di Surabaya. Dok. PKB Jatim.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Wakil Presiden periode 2019 - 2024 yang juga Ketua Dewan Syuro DPP PKB, KH Ma'ruf Amin melakukan kunjungan ke Jawa Timur (Jatim) sejak Rabu hingga Kamis (13 - 14/11/2024). Salah satu agendanya ialah berkunjung ke kediaman Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

 

Namun, agenda pertemuan antara Kiai Ma'ruf dengan Kiai Mifta batal. Saat dikonfirmasi, Kiai Ma'ruf menduga kalau Kiai Mifta enggan bertemu lantaran beda sikap politik di Pilgub Jatim 2024. 

 

Diketahui, Kiai Ma'ruf sebagai Dewan Syuro PKB mendukung penuh paslon Gubernur - Wakil Gubernur Jatim nomor urut 1, Luluk Nur Hamidah - Lukmanul Khakim. Sedangkan Kiai Mifta punya kedekatan dengan paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak.

 

"Ya batal (ketemu Kiai Mifta), karena acara saya dibatalkan. Mungkin karena banyak yang hadir atau gak tahu saya. Mungkin juga (karena mendukung Luluk - Lukman)," ungkap Kiai Ma'ruf saat di Hotel Mercure Surabaya, Kamis (14/11/2024).

 

Terlepas dari itu, Ma'ruf mengajak seluruh kiai di Jatim untuk membangkitkan kembali gerakan politik kiai yang dianggap sudah mulai melemah. Menurutnya, momentum ini dimulai dengan memenangkan Luluk - Lukman.

 

Dalam sambutannya, Kiai Ma’ruf Amin menegaskan bahwa calon yang didukung PKB kali ini memiliki kapabilitas yang memadai. Ia mengapresiasi latar belakang pendidikan dan pengalaman kedua calon.

 

“Apalagi Bu Luluk dan Mas Lukman itu kalau saya lihat tadi nishobnya (kapabilitasnya) itu cukup. Anggota DPR, sarjana, mau doktor,” katanya.

 

“Dari segi nasabnya, beliau santri, keluarga pesantren, cukup. Bukan orang sembarangan,” tambahnya.

 

Ma’ruf juga mengingatkan bahwa dukungan PKB pada pasangan ini bukan sekadar agenda politik biasa, melainkan tanggung jawab ulama. Ia mengarahkan agar seluruh kiai turut andil dalam mendukung calon yang diusung oleh PKB.

 

"Apa yang didukung PKB itu menjadi sesuatu tanggung jawab ulama," tegasnya.

 

Share Article
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar Syahlillah
EditorArdiansyah Fajar Syahlillah

Latest News Jawa Timur

See More

KontraS: Mahasiswa hingga Penjual Kopi Ditangkap Saat Aksi di Surabaya

27 Jun 2026, 10:48 WIBNews