Surabaya, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat ada delapan bangunan rusak akibat hujan disertai angin yang terjadi, Jumat (6/7/2026) kemarin. Satu di antaranya merupakan bangunan musala.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widiyanto mengatakan, delapan bangunan yang rusak itu, enam di antaranya berapa di satu titik yang sama. Rinciannya, di satu bangunan wilayah Kutisari, Utara, satu bangunan di Gayungan dan sisanya di Menanggal. "Untuk musalah yang rusak adalah Musalah Al Khasani Menanggal 05," ungkap Irvan, Sabtu (7/3/2026).
Irvan menyebut, bangunan yang rusak tersebut lima di antaranya merupakan rumah tinggal. Ia memastikan seluruh rumah yang terdampak masih bisa ditempati. "Untuk rumah keseluruhanan masih bisa ditempati," jelas dia.
Untuk musala yang rusak adalah Musalah Al Khasani Menggal 05. Bagian yang rusak adalah kanopi musalah. "Untuk musala sebagai kanopi yang ambruk dilakukan pengkondisian oleh warga secara mandiri," tutur Irvan.
Bangunan yang rusak akibat hujan angin tersebut telah dipasang terpal. Pihaknya memberi bantuan terpal kepada masyarakat.
"Personel berupaya membantu pemasangan terpal namun terkendala angin yang kencang dan tidak berhenti-berhenti. Koordinasi dari warga setempat untuk terpal akan dipasang secara swadaya oleh warga setempat," pungkas dia.
