Surabaya, IDN Times – Sebanyak 463 perguruan tinggi (PT) dari seluruh Indonesia bakal berkumpul di Kota Surabaya dalam Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 pada 10–13 November 2026. Forum nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
KPPTI 2026 akan digelar di Kampus MERR-C Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, dengan target kehadiran 1.500 peserta. Konferensi ini mengusung tema Transformasi Pendidikan Tinggi Menuju Keberdampakan: Elaborasi Teknologi dan Kearifan Lokal yang Inklusif dan Humanis.
Peserta konferensi berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perguruan tinggi negeri, swasta, kementerian/lembaga, hingga perguruan tinggi luar negeri. Selain itu, forum ini juga melibatkan industri, LLDikti, asosiasi, diaspora, mahasiswa, serta mitra internasional.
Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin. mengatakan, UNAIR berkomitmen memperkuat transformasi pendidikan tinggi nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“UNAIR berkomitmen untuk turut memperkuat transformasi pendidikan tinggi nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Madyan, Jumat (6/11/2026).
Ia berharap berbagai gagasan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam konferensi tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan maupun program nyata. Dengan demikian, hasil pembahasan KPPTI 2026 tidak hanya berhenti pada forum diskusi, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Berbagai gagasan, inovasi, dan hasil pembahasan dalam forum ini harapannya dapat tersampaikan kepada masyarakat luas,” imbaunya.
KPPTI 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda, di antaranya Keynote dan Plenary Sessions yang membahas strategi ekonomi nasional serta transformasi pendidikan. Selain itu, terdapat Thematic dan Parallel Talks yang menjadi ruang diskusi dan pertukaran gagasan ant perguruan tinggi.
Konferensi ini juga menghadirkan Exhibition and Pasar Seni melalui Showcase Inovasi, Live Performance, dan Creative Village. Agenda tersebut dilengkapi podcast bersama pembicara untuk memperluas ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, perguruan tinggi dapat menampilkan berbagai hasil karya, inovasi berbasis Evidence-Based Innovation with Replicable Impact, hingga produk kreatif yang berpotensi mendukung pemberdayaan masyarakat.
Tidak sekadar menjadi ruang pertukaran gagasan, KPPTI 2026 juga menargetkan sejumlah luaran strategis. Salah satunya penyusunan Blueprint Perguruan Tinggi Berdampak 2045 sebagai arah pengembangan pendidikan tinggi menuju Indonesia 2045.
Selain itu, konferensi ini menargetkan penandatanganan komitmen kolektif, penyusunan Policy Brief pada setiap subtema, serta Showcase and Lesson Learned mengenai praktik baik inovasi pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.
Forum tersebut juga diarahkan untuk merumuskan strategi peningkatan keterampilan lulusan serta peta skill sets Indonesia 2045 agar pendidikan tinggi semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan dan dunia kerja.
Ketua Pelaksana Teknis KPPTI 2026 Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt. mengungkapkan, penyelenggaraan konferensi ini diharapkan menjadi ajang berbagi praktik baik antarperguruan tinggi.
Menurutnya, UNAIR telah menerapkan sejumlah praktik baik dalam pengelolaan anggaran dan program berdampak bagi masyarakat. Di antaranya kegiatan berbagi kepada masyarakat serta pembebasan biaya bagi mahasiswa kurang mampu.
“Kami harap perguruan tinggi yang hadir di KPPTI ini bisa mencontoh praktik baik yang sudah UNAIR laksanakan. Sangat disayangkan jika praktik baik dari UNAIR ini tidak berlanjut dan meluas menjadi kebijakan untuk kementerian,” pungkasnya.