Unair Perkuat Tata Kelola Data untuk Bangun Ekosistem AI

Unair memperkuat tata kelola dan arsitektur data sebelum mengembangkan AI, karena data yang rapi, berkualitas, dan konsisten dinilai menentukan manfaat teknologi bagi pendidikan serta masyarakat.
Langkah ini dibahas dalam Campus Data Week 2026 yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk membahas data serta AI.
Unair membuka kolaborasi pengembangan AI dan menekankan dukungan pendanaan serta SDM, demi kemandirian teknologi, produktivitas nasional, dan daya saing Indonesia.
Surabaya, IDN Times - Universitas Airlangga (Unair) sedang memperkuat tata kelola data untuk membangun ekosistem kecerdasan buatan artificial intelligence (AI). Hal ini dibahas dalamnya Campus Data Week 2026, sebuah agenda pertemuan pimpinan perguruan tinggi, instansi pemerintah dan industri, yang membahas soal data dan AI.
Ketua Pusat Satu Data dan Kecerdasan Digital (Pusaka) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Unggul Heriqbaldi mengatakan, perkembangan AI membuthkan tata kelola data yang berkualitas. Data rapi dan terstruktur dapat membentuk AI yang bermanfaat bagi pendidikan serta masyarakat luas.
"AI ini akan punya banyak manfaat manakala data yang dimiliki sudah rapi, berkualitas, dan konsisten," ujarnya.
Untuk itu, Unair memilih untuk memperkuat data sebelum memperkuat pengembangan AI. Sebab, pengembangan AI membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
"Langkah Unair tidak langsung loncat ke AI, tetapi memperbaiki dulu tata kelola data, arsitektur data di universitas. Dari situ tadi produk-produk kita kembangkan," ungkap dia.
Di samping itu, ia juga membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan AI. Sebab, dalam pengembangan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
"Pintu yang kami buka untuk bekerja sama dengan siapa pun untuk bisa punya dampak kampus pada masyarakat secara luas," ujarnya. Disamping dukungan finansial, pengembangan AI juga butuh dukungan sumberdaya manusia.
Unggul pun berharap agar upaya memperkuat data untuk AI ini dapat memperkuat kemandirian Indonesia dalam bidang teknologi. Dengan begitu, teknologi akan bermanfaat untuk mendukung produktivitas nasional.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Unair, Prof. Ardianto mengatakan, data dan AI apabila dimanfaatkan secara tepat maka juga akan berdampak baik terhadap pembangunan bangsa. Dengan begitu, Indonesia akan bisa bersaingan dengan negara lain.
"Karena AI sejatinya akan memberikan manfaat jika kita memang mampu memanfaatkannya dengan baik," kata dia.




















