Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
45 PCNU se-Jatim Diklaim Solid Usung Gus Kikin Jadi Ketum PBNU
Ketua PWNU Jatim, Gus Kikin. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Surabaya, IDN Times - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi diusung sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, 27–31 Agustus 2026.

Pengusungan itu diumumkan PWNU Jatim setelah Gus Kikin menghadiri agenda rapat konsolidasi dan persiapan Muktamar bersama Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) selaku Ketua Organizing Committee dan Prof. Mohammad Nuh sebagai Sekretaris Steering Committee.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir atau Kiai Matin menegaskan, keputusan mengusung Gus Kikin merupakan keputusan resmi organisasi yang telah melalui serangkaian rapat internal.

"PWNU Jawa Timur menugaskan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz untuk menjadi kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35. Ini murni kehendak PWNU Jawa Timur, bukan kehendak pribadi maupun pihak lain," ujar Kiai Matin.

Menurut dia, keputusan tersebut dibahas dalam beberapa rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, bahkan dibentuk tim kecil sebelum akhirnya disepakati. Setelah itu, keputusan dibawa dalam forum bersama 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jatim.

"Alhamdulillah seluruh 45 PCNU se-Jawa Timur sepakat bersama-sama mengusung Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz menjadi Ketua Umum PBNU pada Muktamar," ujarnya.

Kiai Matin menyebut terdapat sejumlah alasan di balik pengusungan tersebut. Di antaranya komitmen Gus Kikin mengembalikan NU berpedoman pada Qanun Asasi yang dirumuskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, membangun tata kelola organisasi yang teduh dan mengedepankan ukhuwah, serta pengalaman panjang memimpin organisasi, pesantren, dan dunia usaha.

Selain itu, PWNU Jatim menilai Gus Kikin telah memiliki kemandirian ekonomi sehingga orientasinya adalah membesarkan organisasi. "Beliau ingin menghidupkan Nahdlatul Ulama, bukan hidup dari NU," ungkap Kiai Matin.

Sementara itu, Gus Kikin mengaku sejak awal tidak memiliki keinginan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun ia akhirnya menerima setelah mendapat penugasan resmi dari PWNU Jatim.

"Saya sudah menyatakan tidak akan mencalonkan diri. Tetapi ketika ditugaskan oleh PWNU Jawa Timur, mau tidak mau saya harus menerima. Saya siap menjalankan amanah itu," katanya.

Ia menegaskan dirinya maju bukan atas inisiatif pribadi, melainkan sebagai pelaksanaan keputusan organisasi. "Saya tidak mengajukan diri, tetapi saya harus maju karena memang ditugaskan menjadi salah satu kandidat Ketua Umum PBNU pada Muktamar yang akan datang," tegasnya.

Di sisi lain, menjelang Muktamar ke-35, PBNU juga tengah menyiapkan pembahasan sejumlah usulan hasil Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU di Ploso. Salah satu yang akan diputuskan adalah alternatif mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.

Sekretaris Steering Committee Muktamar, Prof. Mohammad Nuh, menjelaskan usulan tersebut membuka peluang setiap PWNU dan PCNU mengusulkan lebih dari satu nama calon Ketua Umum. Nama-nama yang memperoleh dukungan terbanyak selanjutnya dapat diserahkan kepada Rais Aam terpilih bersama Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) untuk menentukan Ketua Umum PBNU.

Namun, Prof. Nuh menegaskan mekanisme tersebut belum menjadi keputusan dan masih harus dibahas serta diputuskan dalam Muktamar ke-35. Sementara itu, Gus Ipul mengimbau seluruh pengurus NU mengacu pada informasi resmi PBNU terkait seluruh proses Muktamar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article