Smart charging station rancangan mahasiswa ITS. Dok. Humas ITS
Ketua Tim Ancharg, Puguh mengatakan, inovasi ini diangkat dari banyaknya kebutuhan charging station saat ini, namun charging station yang ada masih bersumber pada Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sebagian besar memanfaatkan batu bara. Dari sinilah, dia merancang smart charging station dengan tenaga matahari.
"Kami akhirnya memilih energi matahari, untuk nantinya kami jadikan charging station bertenaga panel surya,” ujar Puguh.
Energi matahari, kata Puguh, sangat tepat lantaran radiasi matahari di Indonesia mencapai 1.800 kWh/m2/tahun. Sehingga, harga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga lebih murah yakni 35 persen dari harga listrik produksi PLN.