Magetan, IDN Times – Sebuah aksi pencurian di sebuah toko kosmetik daerah Kelurahan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menjadi viral setelah rekaman CCTVnya diunggah ke media sosial. Peristiwa yang melibatkan dua orang perempuan ini terjadi pada Sabtu (16/11/2024) dan telah ditonton ribuan kali. Dalam rekaman, terlihat salah satu pelaku menyembunyikan kosmetik jenis lipstik ke dalam bajunya, sementara rekannya melindungi aksi tersebut dari pengawasan karyawan.
2 Perempuan Terekam CCTV Curi Lipstik di Magetan Viral

1. Kronologi pencurian
Dalam video berdurasi 42 detik yang beredar, salah satu pelaku tampak memasukkan lipstik ke dalam bajunya sebanyak dua kali. Rekannya berdiri di dekatnya, berpura-pura sibuk untuk mengalihkan perhatian pegawai toko.
Setelah berhasil menyembunyikan barang curian, rekan pelaku bahkan berpura-pura membeli pensil alis seharga Rp7 ribu agar tidak mencurigakan.
Riska Sri Mega, salah satu karyawan toko, baru menyadari kejadian tersebut saat merapikan barang di rak. "Saya lihat tempat lipstik berantakan dan stok tidak sesuai data. Setelah cek CCTV, ternyata dicuri dua perempuan itu," ujar Riska saat ditemui Senin (18/11/2024).
2. Kerugian capai Rp1,3 juta
Rivana Orariani, pemilik toko kosmetik, menjelaskan bahwa kedua pelaku datang menggunakan mobil pribadi, sehingga awalnya tidak ada kecurigaan. Dari rekaman CCTV, terungkap bahwa mereka mencuri 13 lipstik merek Maybelline dengan total kerugian sekitar Rp1,3 juta.
"Setelah melihat rekaman CCTV, saya langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Takeran," kata Rivana.
3. Polisi lakukan penyelidikan
Kapolsek Takeran AKP Rohamdi membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Ia memastikan pihaknya telah memulai penyelidikan dan mengidentifikasi para pelaku berdasarkan rekaman CCTV serta pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
"Benar, kami sudah menerima laporan dan sedang menyelidiki. Kami berharap pelaku segera dapat kami tangkap," ujar AKP Rohamdi. Ia juga mengimbau para pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memasang kamera pengawas di tempat usaha mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pemilik usaha untuk lebih berhati-hati, terlebih dengan maraknya aksi kriminal yang terekam kamera pengawas.