Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pabrik Otomotif Alihkan Produksi ke Vietnam, 600 Pekerja Jatim Terdampak
ilustrasi PHK (pexels.com/Nicola Barts)
  • Dua pabrik komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto mengalihkan sebagian lini produksinya ke Vietnam, menyebabkan berkurangnya pesanan di Jawa Timur.
  • Pemprov Jatim mencatat sekitar 600 pekerja terdampak karena kontrak kerja mereka tidak diperpanjang akibat pengalihan produksi tersebut.
  • Disnakertrans Jatim menegaskan bahwa kedua perusahaan tidak menutup pabriknya di Jatim, hanya memindahkan sebagian pekerjaan ke Vietnam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times – Rencana pengalihan sebagian lini produksi dua pabrik komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto ke Vietnam mulai berdampak pada tenaga kerja di Jawa Timur (Jatim). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mencatat sekitar 600 pekerja kehilangan pekerjaan setelah kontrak mereka tidak diperpanjang akibat berkurangnya pesanan yang dialihkan ke Vietnam.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Sugeng Lestari membenarkan adanya pengalihan sebagian pekerjaan ke Vietnam. Namun, ia meluruskan bahwa kedua perusahaan tersebut tidak menutup pabrik maupun hengkang dari Jatim.

"Memang benar ada dua perusahaan di bidang spare part otomotif. Tapi bukan pindah. Perusahaan masih ada di Jawa Timur, masih eksis di Jawa Timur dan karyawannya masih banyak, lebih spesifik di Pasuruan dan Mojokerto," ujar Sugeng, Selasa (30/6/2026).

Menurutnya, yang berpindah bukan keseluruhan operasional perusahaan, melainkan sebagian lini pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan di Jatim kini dialihkan ke Vietnam. Kondisi itu dipicu berkurangnya order produksi yang diterima pabrik di Jatim.

"Jadi itu bukan pindah. Masih ada, kami klarifikasi. Memang ada beberapa pekerjaan yang beralih ke Vietnam. Ada pengurangan order dan order tersebut beralih ke Vietnam," katanya.

Dampak langsung dari berkurangnya pesanan itu adalah pengurangan tenaga kerja. Disnakertrans mencatat sekitar 300 pekerja di masing-masing perusahaan tidak lagi diperpanjang kontraknya.

"Akibatnya terkait pengurangan karyawan kurang lebih sekitar 600 orang dari dua perusahaan itu. Masing-masing rata-rata 300 orang. Kontrak mereka tidak diperpanjang karena beralihnya pekerjaan tersebut ke Vietnam," jelas Sugeng.

Sebelumnya, kabar mengenai rencana relokasi produksi dua pabrik otomotif di Jatim ke Vietnam disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. Pernyataan itu memunculkan kekhawatiran akan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar di sektor manufaktur.

Editorial Team

Related Article