- Pasien ke-15 AJ 28 th Laki laki asal Malaysia
- Pasien ke-16 Sya 24 Th Laki laki asal Malaysia
- Pasien ke-17 MSy 23 th laki laki asal Malaysia
- Pasien ke-18 MF 24 th laki laki asal Malaysia
- Pasien ke-19 Am 22 th laki laki asal Malaysia
- Pasien ke-20 Amm 18 th laki laki asal Malaysia
- Pasien ke-21 As 24 th laki laki asal Malaysia
- Pasien ke-22 MM 27 th laki laki asal Malaysia
- Pasien ke-23 Zul 17 th asal Thailand
- Pasien ke-24 MS 20 th laki laki asal Lampung
- Pasien ke-25 AK 22 th laki laki asal lombok NTB
- Pasien ke-26 Mu 18 th laki laki adal kendari Sulawesi Tenggara
- Pasien ke-27 AR 24 laki laki asal Makasar Sulsel
- Pasien ke-28 Sah 16 th laki laki asal Temanggung Jateng
- Pasien ke-29 Ub 16 th Laki laki asal warga kec Panekan Magetan
- Pasien ke-30 Muz 20 th laki laki asal warga kec Parang Magetan.
16 Kasus Baru COVID-19 di Magetan Klaster Temboro, Sembilan Orang WNA

1. Penambahan terbanyak di Magetan

Jubir Penanganan COVID-19 Magetan, Saif Muchlissun menuturkan, penambahan kasus pada Sabtu (25/4) merupakan penambahan terbanyak sepanjang perjalanan penanganan COVID-19 di Magetan. Dalam sehari, 16 orang dinyatakan positif.
"Ini merupakan rekor terbesar di Magetan selama ini. Yang sangat memprihatinkan ini berasal dari satu area saja dan berasal bukan hanya dari lintas daerah tetapi sudah dari lintas negara," ujar Saif melalui pernyataan resminya, Sabtu (25/4).
Saif melanjutkan, pasien baru positif COVID-19 di Magetan ini merupakan hasil dari rapid test selama dua hari yaitu Selasa dan Rabu (21-22/4). Dari 305 yang mengikuti rapid test diperoleh hasil 31 yang reaktif. Rapid test ini dilakukan pada Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan
"Yang terkonfirmasi positif kali ini semuanya tinggal di satu area di wilayah kecamatan Karas. Mereka berasal dari pondok pesantren terbesar di Magetan dari berbagai etnis/lintas negara," ungkapnya.
2. Santri berasal dari berbagai negara

Saif kemudian meringkas, 16 pasien positif COVID-19 tersebut berasal dari warga negara Malaysia sebanyak 8 orang, warga Thailand 1 orang, warga Lampung 1 orang, warga Lombok 1 orang, warga Kendari 1 orang, warga Makasar 1, warga Temanggung 1 orang, dan warga Magetan 2 orang. Saif memberikan rinciannya kasus sebagai berikut :
3. Klaster Temboro menulari banyak orang

Sebelumnya, klaster Pondok Pesantren Al Fatah Temboro Magetan mendapat perhatian dunia usai 43 orang santri di pesantren tersebut pulang ke Malaysia dalam keadaan positif COVID-19. Tak hanya itu, 12 santri juga pulang Sulawesi Selatan dan ternyata ditemukan dalam kondisi positif COVID-19. Hingga saat ini, tracing terhadap para santri di pondok pesantren tersebut masih terus dilakukan.
"Mari kita bersama sama untuk saling menguatkan. Bukan saling menyalahkan. Mari kita bersama sama lawan COVID-19 ini dengan memutus mata rantai penyebarannya yaitu dengan disiplin mengikuti anjuran dan imbauan pemerintah," pungkas Saif.

















