Cerita Aipda Andreas Keluar Masuk Meja Operasi Usai Diserang Teroris

Ia diganjar kenaikan pangkat lantaran aksi heroiknya

Lamongan, IDN Times- Aipda Andreas, salah satu anggota Polres Lamongan yang berhasil menangkap dua pelaku penyerangan Pos polisi di Wisata Bahari Lamongan (WBL), Paciran, 2018 lalu, masih kerap keluar masuk kamar operasi.

Aksi heroiknya dengan menangkap dua pelaku penyerangan pos polisi masing-masing MS dan ER, harus ia bayar dengan gangguan penglihatan akibat lemparan kelereng ketapel yang bersarang tepat di mata kanannya. "Beberapa waktu yang lalu sudah melakukan operasi di Jakarta," kata Andreas kepada IDN Times, Senin (1/7).

Baca Juga: Cerita Bripka Andreas Saat Kejar Pelaku Teror Meski Matanya Berdarah

1. Masih menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Surabaya

Cerita Aipda Andreas Keluar Masuk Meja Operasi Usai Diserang TerorisIDN Times/ Imron

Meski sudah menjalani operasi yang ketiga kalinya di Jakarta, namun polisi yang dahulunya merupakan anggota Satlantas Polres Lamongan itu, masih harus menjalani pemeriksaan medis di salah satu rumah sakit di Surabaya. Tim dokter mata rumah sakit setempat harus  benar-benar memastikan kesembuhan, Andreas. "Masih rutin kontrol kesehatan mata di Surabaya, kok mas," akunya.

2. Masih tetap bertugas, meski belum sembuh secara total

Cerita Aipda Andreas Keluar Masuk Meja Operasi Usai Diserang TerorisIDN Times/ Imron

Menjadi seorang polisi, merupakan cita-cita Andreas sejak kecil. Bagi dia, tugas melayani dan mengayomi masyarakat adalah sebuah amanah yang harus dikerjakan. Kini, meski sang dokter mengatakan bahwa Andreas belum dinyatakan sembuh total, ia sudah kembali bekerja sebagai anggota Satlantas. "Kalau tugas masih mas. Hanya saja, saya sekarang tugas di bagian administrasi di Polres," imbuhnya.

3. Jangan takut dengan ancaman teroris

Cerita Aipda Andreas Keluar Masuk Meja Operasi Usai Diserang TerorisIDN Times/ Imron

Meski menjadi korban teror, Andreas mengaku tak gentar. Bahkan, ia menyebut tugas sebagai polisi membuat harus rela bertaruh nyawa demi menjaga kenyamanan masyarakat di Indonesia khususnya Lamongan. "Jangan pernah takut, teroris harus kita lawan," tegasnya.

4. Berterima kasih kepada Kapolres Lamongan

Cerita Aipda Andreas Keluar Masuk Meja Operasi Usai Diserang TerorisIDN Times/ Imron

Atas aksi keberanian yang menangkap pelaku penyerangan pos polisi, tersebut di hari Ulang Tahun Bhayangkara yang Ke 73 ini, Andreas diganjar kenaikan pangkat dari Bripka menjadi Aipda oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Tanpa menutupi perasaannya, ia mengaku senang dengan pangkat yang baru ia sandang. Selebihnya ia juga sangat berterima kasih kepada Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung. "Terimakasih banyak kepada bapak Kapolres Lamongan," pungkasnya.

Baca Juga: Tangkap Teroris dalam Kondisi Terluka, Bripka Andreas Naik Pangkat

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya