Comscore Tracker

Datangi Lirboyo, Eko Kuntadhi Minta Maaf Langsung ke Ning Imaz

Lakukan pertemuan tertutup selama 2 jam

Kediri, IDN Times - Mantan Ketua Umum Ganjarist, Eko Kuntadhi mendatangi Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri. Kedatangan Eko ini meminta maaf kepada Ustazah Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz terkait unggahannya yang bernada hinaan di media sosial beberapa waktu lalu.

Eko menyampaikan permintaan maaf langsung melalui pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Lirboyo. Eko datang ditemani Mohamad Guntur Romli pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Terdapat beberapa poin kesepakatan dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini.

1. Ning Imaz maafkan Eko, ini pesannya

Datangi Lirboyo, Eko Kuntadhi Minta Maaf Langsung ke Ning ImazIlustrasi media sosial (Unsplash.com/Austindistel)

Usai pertemuan, Ning Imaz mengaku telah menerima permintaan maaf Eko Kuntadhi yang disampaikan secara langsung. Menurutnya peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. Peristiwa ini juga tidak menyurutkan semangat Ning Imaz untuk berdakwah. Bahkan usai pertemuan Ning Imaz langsung berangkat ke Yogyakarta untuk mengisi sebuah pengajian.

Ning Imaz juga menyinggung soal pentingnya menghargai perbedaan atas apa yang diyakini orang lain. “Mungkin penghargaan kita terhadap agama berbeda-beda. Tapi apapun yang orang yakini patut dihargai. Penghargaan orang, siapapun terhadap apa yang diyakini patut dihargai. Tidak bisa kita mengolok-olok keyakinan orang,” ujarnya, Kamis (15/09/2022).

2. Sepakati 6 poin dalam pertemuan tertutup

Datangi Lirboyo, Eko Kuntadhi Minta Maaf Langsung ke Ning ImazPertemuan Eko Kuntadhi dengan Keluarga Ponpes Lirboyo. IDN Times/ istimewa

Salah satu Dzurriyah Pondok Pesantren Lirboyo, KH Agus Abdul Muid Shohib (Gus Muid) yang turut dalam pertemuan ini menjelaskan enam poin kesepakatan atas kasus ujaran kebencian yang dialami oleh Ning Imaz. Pertama, telah datang Saudara Eko Kuntadhi untuk meminta maaf dan menyampaikan penyesalan atas unggahannya di twitter dan Instagram yang berisikan cacian dan ujaran kebencian kepada salah satu dzurriyah Pondok Pesantren Lirboyo, Ning Imaz Fatimatuszahro'.

Kedua Eko Kuntadhi sudah mengakui kesalahan dan kekhilafan dalam unggahan tersebut, serta siap bertangungjawab atas dampak yang ditimbulkan. "Poin ketiga, di antara tanggungjawab saudara Eko Kuntadhi, hari ini menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Ning Imaz dan keluarga serta siap menyampaikan permohonan secara terbuka melalui media," terangnya.

Baca Juga: Pasal Penghinaan Presiden, MK: Tidak Selaras dengan Konstitusi

3. Harap Medsos tidak menjadi sarana ujaran kebencian

Datangi Lirboyo, Eko Kuntadhi Minta Maaf Langsung ke Ning ImazPertemuan Eko Kuntadhi dengan Keluarga Ponpes Lirboyo. IDN Times/ istimewa

Poin keempat, Ning Imaz atas petunjuk dari Masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo telah menerima permohonan maaf Saudara Eko Kuntadhi. Kelima, Pondok Pesantren Lirboyo meminta Eko Kuntadhi menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran untuk bijak dan santun dalam bermedia sosial di masa-masa mendatang.

"Keenam, Pondok Pesantren Lirboyo berharap media sosial tidak dijadikan sarana untuk menyampaikan ujaran kebencian dan caci maki, tapi justru untuk dakwah kebaikan dan menyampaikan Informasi yang bermanfaat," tutupnya.

Sementara itu Eko mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo atas diterimanya permintaan maaf yang disampaikannya. Eko Kuntadhi berpesan agar dalam menyebarkan sesuatu melalui media sosial agar selalu berhati-hati. "Sekali lagi, saya kepada teman-teman bahwa ini menjadi pelajaran buat kita, Jempol kita, cara berpikir kita barangkali itu yang harus kita saring sebelum kita sharing," pungkasnya.

Baca Juga: Keluarganya Dihina Ketum Ganjarist, Pesantren Lirboyo Buka Suara

Bramanta Pamungkas Photo Community Writer Bramanta Pamungkas

peternak huruf

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya