Restoran Mengaku Kesusahan Terapkan Dine In 20 Menit

Surabaya, IDN Times - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur (Jatim) turut merespons aturan diizinkannya warung makan menerima pelanggan untuk dine in atau makan di tempat dengan batasan waktu 20 menit saja. Aturan ini berlaku selama perpanjangan PPKM Level 3-4.
1. Sebut aturan hanya untuk warung dan UMKM
Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono menilai aturan tersebut tidak berlaku bagi restoran. Ia pesimistis kalau di restoran dapat menerapkan standar waktu dine in 20 menit saja. Terlebih ada aturan dengan batasan kuota orang yang dine ini, yakni maksimal tiga meja.
"Saya rasa itu buat warung pinggir jalan dan berlaku untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)," ujarnya dihubungi, Kamis (29/8/2021).
2. Restoran masih pilih terapkan take away
Lebih lanjut, aturan makan di tempat 20 menit itu tetap menyulitkan restoran. Terlebih yang restorannya berada di hotel. Sehingga, sekarang ini restoran-restoran di Jatim memilih untuk tetap menerapkan take away alias makananannya harus dibungkus.
"Jadi yang berlaku sekarang di restoran masih take away, karena saya kira sulit menerapkan dine in 20 menit dengan batas maksimal tiga meja atau tiga orang," katanya.
Baca Juga: Dine-In 20 Menit di Resto saat PPKM Level, Epidemiolog: Dasarnya Apa?
3. Ingin PPKM dimaksimalkan agar benar-benar tekan kasus COVID-19
Kendati begitu, Dwi memaklumi dengan aturan yang ada. Mengingat sekarang ini pandemik COVID-19 sedang mengganas di Indonesia termasuk Jatim. Hanya saja, ia berharap pemerintah benar-benar adil dan ketat menerapkan kebijakan ini.
"Karena percuma juga, kita hotel restoran taat tapi di pasar masih ada yang tidak prokes ketat, kan tetap kasus akan naik. Ya semoga tracing, testing dan treatment tetap dipercepat bersama vaksinasi, supaya COVID-19 cepat selesai," pungkasnya.
Baca Juga: Viral Memenya Makan di Warteg Cuma 20 Menit, Anies: Bisa Insyallah!