TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Seusai Banjir Surut, Warga Lamongan Mulai Bersihkan Rumah dari Lumpur

Bersih-bersih rumah

Dok. IDN Times/Istimewa

Lamongan, IDN Times - Sejumlah warga di dua Kecamatan yaitu Paciran dan Brondong mulai membersihkan rumah mereka dari sisa-sisa lumpur, pada Selasa (29/1). Menurut Laila, warga Kecamatan Brondong, mengaku jika lumpur yang dibawa saat banjir bandang setebal satu centimeter.

Dia menjelaskan material lumpur yang dibawa saat banjir, tak hanya mengotori lantai rumah, tapi juga dinding rumah. "Sejak pagi tadi saya membersihkan rumah dari sisa endapan lumpur," kata Laila, kepada IDN Times, Selasa (29/1).

Baca Juga: Pemerintah Salurkan Rp1,3 Miliar untuk Korban Banjir Jeneponto 

1. Warga membersihkan lumpur gunakan sapu dan sikat

Dok. IDN Times/Istimewa

Untuk lumpur yang mengendap di lantai rumah, kata Laila, warga membersihkan dengan alat pel dan sapu. Sedangkan untuk lumpur yang menempel di dinding rumah, warga menggunakan sikat baju untuk membersihkannya.

"Sangat mudah kok membersihkannya, cukup digosok dan disiram pakai air, kemudian sisa-sisa lumpur yang sudah tercampur dengan air itu disapu keluar rumah," kata Laila.

2. Perabot rumah tangga juga dibersihkan

Dok. IDN Times/Istimewa

Banjir sehari yang menerjang dua kecamatan itu juga mengakibatkan perabotan rumah warga kotor terkena lumpur. Untuk membersihkannya, Laila menggunakan sabun.

"Semua anggota keluarga saya kerja semua mulai dari adik, kakak dan kedua orangtua, sejak tadi pagi pukul 07.30 WIB, sudah mulai membersihkan," jelasnya.

3. Sebagian warga juga sudah membersikan rumahnya di malam hari

Dok. IDN Times/Istimewa

Laila menjelaskan, bagi warga yang rumahnya tidak tergenang air, mereka sudah membersihkan rumahnya sejak Senin (28/1) malam. Namun ada sebagian warga lainnya yang juga menunggu membersihkan rumah mereka pada pagi hari.

"Malah ada yang Senin malam sudah dibersihkan, tapi ada juga yang menunggu pagi hari untuk membersihkannya," katanya.

4. Warga meminta agar pemerintah menormalisasi Kali Suwuk

Dok. IDN Times/Istimewa

Laila menduga, banjir tahun ini disebabkan karena pendangkalan sungai Suwuk yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Jika proses normalisasi sungai tidak segera dilakukan oleh pemerintah, maka jika terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi dua wilayah di Lamongan bagian Utara akan kembali kebanjiran.

"Ya tentunya bukan saya saja yang tidak menginginkan banjir ini terulang, warga yang lain juga. Untuk itu, kami meminta agar pemerintah berupaya menormalisasi sungai Suwuk," harapnya.

Baca Juga: Banjir Rendam Empat Desa di Sampang, Ratusan Orang Mengungsi

Berita Terkini Lainnya