TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Bangunan Baru Ditemukan di Komplek Candi Patakan Lamongan

Tapi sayangnya bangunan itu rusak terguncang gempa

IDN Times/ Imron

Lamongan, IDN Times - Tim arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, berhasil menemukan situs bangunan candi baru di area komplek candi Patakan, Desa Montor, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Rabu, (10/7). Situs bangunan candi yang baru ditemukan tersebut berada lokasinya berjarak empat meter dari bangunan candi Patakan atau berada di sebelah barat laut situs lama.

"Hari ini kami melakukan ekskavasi tahap ketiga Situs Candi Patakan yang sudah dimulai pada Rabu (3/7) lalu berhasil menemukan bangunan baru yang diduga adalah bangunan stupa," kata arkeolog BPCB Trowulan, Wicaksono Dwi Nugroho, kepada IDN Times di lokasi, Kamis (7/11).

Baca Juga: Keren, Gitar Produksi Perajin Lamongan Tembus Pasar Dunia

1. Diduga merupakan bangunan tempat ibadah

IDN Times/ Imron

Diduga, bangunan candi tersebut merupakan tempat ibadah berupa vihara, dengan luas bangunan utama berbentuk persegi dengan panjang sekitar 18,88 meter dan lebar 13,55 meter. Temuan ini, kata Dwi, juga diperkuat dengan temuan berupa batu berbentuk melingkar seperti stupa dan bangunan lainnya. "Kita menduga bangunan ini adalah tempat ibadah, pada masa kerajaan Airlangga," jelasnya.

2. Dibangun pada abad ke 10

IDN Times/ Imron

Dari hasil penelitian sementara, situs bangunan candi yang baru saja ditemukan itu diperkirakan merupakan bangunan peninggalan kerajaan Airlangga dan dibangun pada abad ke 10. Selain menemukan bangunan tempat ibadah, tim arkeolog yang sudah melakukan ekskavasi selama beberapa hari terakhir ini juga berhasil menemukan bangunan baru berupa gapura candi Patakan di sisi selatan dengan ukuran 8x8 meter.

3. Kondisi gapura rusak terguncang gempa

IDN Times/ Imron

Namun sayangnya situs bangunan yang dipastikan gapura tersebut saat ini kondisinya sudah rusak karena terkena goncangan gempa. Sejumlah petugas yang melakukan penggalian juga sangat berhati-hati membuka bagian batu kotak gapura. "Kita sudah sudah berhasil membuka 11 kotak dengan ukuran 1 kotak berukuran 1x4 meter, bangunan ini juga kondisinya rusak, terkena gempa," katanya.

Baca Juga: Balai Arkeolog Sebut Situs Sekaran Sebagai Tempat Suci di Masa Lalu  

Berita Terkini Lainnya