TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

7 Tahun Vakum, Eri Ingin Bangkitkan Kembali BAZ Kota Surabaya

Zakat dari Pemkot saja bisa capai Rp1,5 miliar

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyerahkan bantuan sosial Jaring Pengaman Sosial di Balai Kota Surabaya. Dok. Humas Pemkot Surabaya.

Surabaya, IDN Times - Badan Amil Zakat (BAZ) sebagai lembaga resmi penyalur zakat di Indonesia rupanya sudah tujuh tahun vakum. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun ingin kembali mengadakan BAZ Surabaya agar masyarakat bisa menyalurkan zakat mereka kepada warga yang membutuhkan secara terpercaya.

1. Awalnya Eri tak tahu kalau BAZ Surabaya sudah tak aktif

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menunjukkan ada alat untuk memasukkan satu botol untuk tiket selain pembayaran digital. Dok. Humas Pemkot Surabaya.

Eri mengaku ia sebenarnya tak tahu jika BAZ Surabaya sudah tujuh tahun tidak aktif di Kota Surabaya. Saat itu, ia hendak meminta agar zakat para karyawan dan ASN di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dikumpulkan ke BAZ Surabaya.

"Waktu itu saya sampaikan ke Asisten II dan Kadinsos agar zakatnya ini disetorkan ke BAZ Kota Surabaya. Saya kaget ketika mereka menyampaikan bahwa BAZ Kota Surabaya itu tidak jalan. Setelah mendengar itu, saya langsung bilang untuk membentuk BAZ Kota Surabaya. Saya mohon maaf karena tidak tahu,” ujar Eri, Rabu (15/9/2021).

2. Optimistis BAZ bisa bantu tangani kemiskinan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya)

Jika BAZ Kota Surabaya aktif kembali, lanjut Eri, ia optimistis tingkat kemiskinan di Kota Surabaya dapat terus ditekan. Pasalnya, ia menghitung jika pendapatan satu orang ASN Pemkot Surabaya sekitar Rp5 juta, maka zakatnya Rp125 ribu. Dengan sekitar 15 ribu ASN di lingkup Pemkot Surabaya, maka dalam satu bulan saja bisa mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

“Itu bisa lebih. Karena pendapatannya kepala dinas itu lebih besar, bisa 5 kali lipat dari pendapatan staf. Saya tahu bahwa zakat itu sifatnya tahunan. Namun, akan lebih baik kalau setiap bulan kita berzakat ketika kita memiliki penghasilan. Kita semua sudah sepakat,” tuturnya.

Baca Juga: Bayar Zakat Kini Bisa di KUA!

3. Akan arahkan perusahaan untuk zakat ke BAZ

Ilustrasi Zakat. (IDN Times/Aditya Pratama)

Tak hanya ASN dan karyawan selingkung Pemkot Surabaya, Eri juga akan meminta perusahaan-perusahaan di Kota Surabaya untuk bisa mengarahkan zakat mereka ke BAZ Kota Surabaya. Dengan demikian, jumlah bantuan yang akan disalurkan akan semakin besar.

“Mereka harus percaya dengan saya sebagai wali kota. Ini tugasnya seorang pemimpin. Zakat karyawannya taruh di sini (BAZ Kota Surabaya). Karena pendapatannya dari Kota Surabaya, maka seharusnya yang diberikan zakat adalah warga Kota Surabaya yang tidak mampu terlebih dahulu, kalau ada sisanya baru keluar dari sini,” ungkapnya.

Baca Juga: Cek! Apa Kamu Sudah Penuhi Syarat Wajib Zakat Mal alias Zakat Harta?

Berita Terkini Lainnya