TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Punya 41 Akun Driver Ojol, Warga Malang Buat Order Fiktif

Tersangka juga manipulasi ribuan data sim card

Konferensi pers ungkap kasus order fiktif ojek online di Polda Jatim, Rabu (26/2). IDN Times/Ardiansyah Fajar

Surabaya, IDN Times - Warga Klojen Kota Malang, Muhammad Zaini (35) dibekuk Tim Resmob Jogoboyo Ditreskrimum Polda Jatim di rumahnya. Mulanya, Zaini dicurigai sebagai bandar judi online. Tapi setelah disidik, dia ternyata manipulator data aplikasi ojek online (ojol), Gojek.

1. Bikin akun driver, pemilik restoran, sampai pelanggan untuk mengincar bonus poin

Konferensi pers ungkap kasus order fiktif ojek online di Polda Jatim, Rabu (26/2). IDN Times/Ardiansyah Fajar

Berdasarkan data yang diterima IDN Times, Zaini mempunyai 41 akun sebagai driver ojol. Dia juga memiliki 30 akun yang tercatat sebagai pemilik rumah makan atau restoran. Dia juga membuat akun pelanggan palsu, kemudian melancarkan order fiktif.

"Seolah-olah yang bersangkutan adalah driver, pemilik resto, dan sebagai pemesan makanan yang semuanya adalah mencari keuntungan via poin (bonus) dalam aplikasi Gojek," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (26/2).

Baca Juga: Kelewat Nyeleneh, 10 Order Makanan Aplikasi Ojol Ini Bikin Gagal Paham

2. Sudah berjalan sejak Agustus 2019, dapat bonus Rp400 juta

Konferensi pers ungkap kasus order fiktif ojek online di Polda Jatim, Rabu (26/2). IDN Times/Ardiansyah Fajar

Tersangka sudah menjalankan aksinya ini sejak Agustus 2019 di Malang. Selama beroperasi, pria yang berstatus swasta dalam KTP-nya ini telah meraup bonus dari Gojek sebesar Rp400 juta.

"Kami perintahkan Dirreskrimum (Kombes Pol R. Pitra Andrias Ratulangie) terus mengembangkan kasus ini, dan bisa bertambah (tersangkanya)," tegas Luki.

3. Tersangka gunakan 8.850 sim card Axis

Ilustrasi sim card. unsplash.com/Brett Jordan

Kasus ini, lanjut Luki, sangat perlu dikembangkan. Pasalnya tersangka mendapatkan 8.850 sim card Axis yang telah teregistrasi dengan mudah. Padahal, dalam peraturan yang berlaku, setiap KTP hanya bisa mendaftar di dua sim card saja.

"Ini memanipulasi data. Ini akan kami kembangkan. Dia gunakan akun palsu. Dari Axis juga akan kami periksa," lanjut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1987 tersebut.

Guna memuluskan kejahatanya, Zaini jiga memakai 40 handphone Android, 6 handphone sebagai aktifator, 11 buku tabungan, dan 6 kartu ATM BCA.

Baca Juga: Buat Resto dan Order Fiktif, Komplotan Ini Tipu GoJek Jutaan Rupiah

Berita Terkini Lainnya