TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Semburan Lumpur Diduga Bercampur Minyak Kagetkan Warga Kutisari

Hingga Senin malam masih terus menyembur

IDN Times/Dida Tenola

Surabaya, IDN Times - Setiawan (59), kaget bukan main saat semburan lumpur keluar dari pekarangan rumahnya di Jalan Kutisari Indah Utara III/19, Tenggilis Mejoyo, Surabaya Senin siang (23/9). Lumpur berwarna pekat itu diduga bercampur dengan minyak. Baunya menyengat. Bangunan itu sendiri dijadikan rumah dinas PT Classic Prima Carpet Industries. 

Dari pantauan IDN Times di lokasi, hingga Senin malam, sekitar pukul 21.00 WIB, rumah tersebut ramai didatangi warga yang penasaran. Beberapa polisi dan anggota Satpol PP juga tampak berjaga di rumah yang sudah diberi garis berwarna kuning tersebut. Masih belum jelas penyebab menyemburnya lumpur.

1. Baunya seperti minyak

IDN Times/DIda Tenola

Awalnya Setiawan tidak berada di rumah. Dia kemudian mendengar kabar bahwa ada semburan yang keluar dari rumah tersebut. Bingung tak tahu harus berbuat apa, Setiawan lantas mendatangi Ketua RT setempat.

"Saya belum bisa mengatakan (lumpur) ini apa, baunya memang minyak. Saya langsung lapor ke RT. Bu lurah juga sudah meninjau ke sini sore tadi, sekitar jam 3," ceritanya kepada IDN Times.

Dia menuturkan, kawasan Kutisari memang kerap ditemui adanya orang yang menyuling minyak. "Daerah sini (Kutisari) dari dulu memang dikenal banyak minyaknya," ceritanya

Baca Juga: Semburan Lumpur Berbau Gas di Gresik, Diduga Akibat Gempa Tuban 

2. Tampung semburan lumpur

IDN Times/Dida Tenola

Sampai berita ini ditulis, lumpur masih menyembur di pekarangan rumah. Setiawan dibantu beberapa karyawan yang bekerja di sana berusaha menampung semburan agar tak terlalu meluap. Lumpur itu ditadahi karung yang digeletakkan begitu saja di depan rumah.  "Gak tahu tadi berapa karung. Selama 22 tahun tinggal di sini, baru pertama kali kejadian seperti ini," tambahnya.

3. Tunggu koordinasi PGN, Pertamina dan Dinas Lingkungan Hidup

IDN Times/DIda Tenola

Setiawan mengaku bahwa dirinya belum diberi arahan apa-apa oleh pihak terkait. "Tadi semua sudah ke sini. Lurah, Camat, polisi, PGN, Pertamina, Dinas Lingkungan hidup. Dilihat lagi besok (Selasa), belum ada arahan," ungkapnya.

Dia menanti solusi konkret. "Saya menunggu solusi, dari tadi orang datang ke sini cuma melihat saja, tidak kasih solusi," tegasnya.

Baca Juga: Sudah Lima Hari Semburan Lumpur Bercampur Gas Muncul di Kebomas

Berita Terkini Lainnya