Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya tak mau kecolongan saat menjamu PSS Sleman dalam lanjutan Super League 2026/2027. Pelatih Bernardo Tavares mulai meracik strategi khusus untuk meredam ancaman Elang Jawa, termasuk menghadapi striker jangkung Matheus Fornazari yang memiliki tinggi mencapai 2,03 meter.
Persebaya akan menjamu PSS di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (18/10/2026). Menjelang duel tersebut, Tavares mematangkan persiapan tim dalam sesi latihan di Lapangan ABC, kompleks Stadion GBT, Rabu (14/10/2026).
Pelatih asal Portugal itu menilai PSS bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Meski posisi Elang Jawa masih berada di peringkat ke-12 klasemen sementara hingga pekan keempat, mereka punya sejumlah pemain berbahaya yang bisa mengancam gawang Ernando Ari.
Salah satu ancaman terbesar datang dari Fornazari. Dengan postur lebih dari dua meter, striker tersebut berpotensi menjadi senjata PSS dalam duel udara, terutama ketika memanfaatkan umpan silang dan situasi bola mati.
“Mereka memiliki banyak pemain tinggi, striker dengan tinggi dua meter. Lebih dari dua meter,” ujar Tavares sebelum memimpin latihan.
Namun, ancaman PSS tak hanya datang dari bola-bola atas. Tavares juga mencermati perubahan komposisi pemain lawan dalam empat pertandingan terakhir, terutama di sektor tengah, pertahanan, dan lini serang.
“Kami lihat pada empat pertandingan terakhir, mereka terlalu banyak melakukan perubahan di lini tengah, terkadang di lini pertahanan juga di lini serang,” katanya.
Persebaya juga wajib mewaspadai Gustavo Tocantins. Penyerang asal Brasil itu dinilai memiliki kontribusi penting dalam membangun serangan, termasuk memberikan umpan yang berbuah gol saat PSS menghadapi PSM Makassar.
Selain itu, gelandang asal Jepang, Hiromu Tanaka, juga masuk radar Tavares setelah mencetak dua gol pada pertandingan terakhir. Deretan pemain lokal PSS turut menjadi perhatian tim pelatih Green Force.
Ancaman tersebut semakin nyata setelah PSS membukukan kemenangan telak 3-0 atas PSM. Hasil itu menjadi modal penting bagi Elang Jawa untuk menatap lawatan ke markas Persebaya dengan kepercayaan diri lebih tinggi.
Tavares memperkirakan kemenangan tersebut bisa memacu motivasi tim asuhan Pieter Huistra. Karena itu, Persebaya harus mampu memutus momentum positif lawan sebelum berkembang menjadi ancaman serius di GBT.
“Jika mereka bermain dengan pemain yang memiliki kecepatan lebih, kami perlu mengontrol kedalaman, kami perlu mengontrol celah dan inilah yang sedang kami coba latih,” jelasnya.
Fokus Persebaya kini bukan sekadar membendung striker jangkung PSS. Disiplin menjaga ruang, mengantisipasi kecepatan pemain lawan, serta membaca perubahan taktik akan menjadi kunci agar Green Force tidak kehilangan kendali permainan di kandang sendiri.
Sementara itu, Tavares belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi pemain yang absen pada pertandingan sebelumnya. Kepastian komposisi skuad Persebaya untuk menghadapi PSS pun masih menunggu perkembangan persiapan tim menjelang laga.
