Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Marcos Santos Jadi Pelatih Ketiga yang Dipecat Musim Ini
Pelatih Arema FC, Marcos Santos saat memberikan instruksi di latihan Arema FC. (Dok. Media Officer Arema FC)
  • Arema FC memecat Marcos Santos setelah tim menjalani lima laga tanpa kemenangan, menyusul evaluasi manajemen usai kekalahan telak dari Persija.
  • Manajemen menyebut keputusan diambil berdasarkan pertimbangan teknis, non-teknis, psikologis, matematis, serta kondisi internal demi penyegaran dan kepentingan jangka panjang tim.
  • Asisten pelatih Andre Caldas ditunjuk sebagai pelatih interim untuk mempersiapkan laga melawan Dewa United, sementara Arema FC mencari pelatih kepala definitif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malang, IDN Times - Usai dibantai Persija pada Rabu (21/10/2026) malam di Stadion Patriot Candrabhaga, Arema FC langsung melakukan evaluasi besar-besaran. Hasilnya Manajemen Singo Edan memutuskan untuk memecat Pelatih Arema FC, Marcos Santos sejak hari ini (23/10/2026). Ia jadi pelatih ketiga yang dipecat di awal musim Super League 2026/2027 setelah Mario Lemos yang dipecat Persijap Jepara dan Van Gastel yang dipecat PSIM Yogyakarta.

1. Marcos Santos dipecat karena bawa Arema FC 5 laga tanpa kemenangan

Marcos Santos dipecat dari jabatan Pelatih Arema FC. (Dok. Media Officer Arema FC)

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan kalau keputusan ini diambil secara profesional demi merespons dinamika tim serta memberikan penyegaran taktis secepatnya. Apalagi ini merupakan musim kedua bagi Marcos Santos yang awalnya dinilai sangat mengenal karakter sepak bola Indonesia.

"Tapi 5 laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting bahwa tim butuh momentum dan ruang refreshment baru. Manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama," terangnya.

Selain itu, pertimbangan ini diambil dengan sangat matang berdasarkan pembelajaran berharga dari dinamika tim dalam beberapa musim terakhir. Menurutnya Manajemen Arema FC belajar banyak dari pengalaman masa lalu, di mana pernah berada dalam situasi saat sebuah figur pelatih terlihat begitu ideal dan disukai banyak pendukung dari luar. Tapi kenyataan kenyataan di balik layar yang tidak banyak diketahui publik, peran strategis mulai dari perancangan program latihan hingga eksekusi taktikal dari A sampai Z justru sepenuhnya dijalankan oleh jajaran asisten pelatih.

"Artinya, ada begitu banyak pertimbangan mendalam, mulai dari aspek teknis, non-teknis, psikologis, matematis dan situasi riil internal yang melatarbelakangi keputusan mengganti atau mempertahankan seorang pelatih. Begitu pula dengan situasi saat ini, manajemen harus bertindak bijak, teliti, dan tidak gegabah demi kebaikan jangka panjang tim," jelasnya.

2. Andre Caldas kini pimpin tim sebagai pelatih interim

Asisten Pelatih Arema FC, Andre Caldas. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Pemecatan Marcos Santos ini juga menimbulkan masalah baru terkait siapa yang akan menahkodai tim di tengah musim yang berjalan ini. Oleh karena itu, Andre Caldas diangkat menjadi pelatih interim dari jabatan sebelumnya sebagai asisten pelatih. Ia dipilih karena kualifikasi kepelatihan yang sangat mumpuni dengan lisensi A Pro yang dimilikinya. Selain itu, Andre Caldas dinilai sudah sangat intens, mengenal dekat seluruh pemain, serta memahami situasi internal tim saat ini sehingga dinilai tepat untuk memimpin Singo Edan dalam masa transisi.

"Coach Andre sudah sangat intens berinteraksi dengan tim dan sempat pula memimpin tim ketika pelatih kepala absen, sehingga proses adaptasi dan penyatuan fokus pemain dapat berjalan instan. Ia akan memimpin persiapan tim jelang laga kandang melawan Dewa United pada Minggu (25/10/2026)," jelasnya.

3. Arema FC masih mencari posisi pelatih baru

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Andre Caldas tampaknya tidak akan dipermanenkan dari pelatih interim menjadi pelatih kepala. Pasalnya Yusrinal mengatakan kalau manajemen Arema FC juga terus memproses penunjukan pelatih kepala definitif baru yang dinilai tepat untuk mengemban misi kebangkitan tim di papan atas.

"Kami memohon maaf kepada seluruh Aremania, Aremanita, dan masyarakat Malang Raya atas raihan yang belum maksimal. Kami memohon doa dan dukungan positif agar momentum pembenahan ini menjadi titik balik kebangkitan Arema FC," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article