Surabaya, IDN Times - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares tak ingin para pemainnya semakin terbebani kritik menjelang duel melawan Madura United FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (26/10/2026). Di tengah tuntutan untuk kembali meraih kemenangan, Tavares justru meminta sorotan diarahkan kepadanya sebagai pelatih, bukan kepada para pemain.
Pesan itu disampaikan Tavares dalam konferensi pers jelang laga yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB. Ia ingin skuad Bajol Ijo tampil lepas, berani mengambil risiko, dan tetap agresif demi mengejar tiga poin di hadapan pendukung sendiri.
“Kalau ingin memberikan tekanan, berikan kepada pelatih, bukan pemain,” tegas Tavares, Minggu (25/10/2026).
Ia menilai para pemain membutuhkan kepercayaan agar berani melakukan duel satu lawan satu, menyerang, dan mengambil keputusan di lapangan. Menurutnya, terlalu banyak tekanan justru bisa mengganggu kebebasan pemain dalam menunjukkan kemampuan terbaik.
Tavares juga mengingatkan bahwa sepak bola kerap ditentukan detail kecil. Ia mencontohkan pertandingan sebelumnya ketika peluang Persebaya membentur tiang dan bola tidak masuk, sementara situasi serupa bisa berujung gol bagi lawan.
Pelatih asal Portugal ini meminta timnya tidak larut dalam hasil yang mengecewakan. Persebaya harus menjadikan laga melawan Madura United sebagai kesempatan baru untuk membuktikan diri.
“Kami harus bermain untuk menang. Jika ingin mendapatkan tiga poin, kami harus menunjukkan di lapangan bahwa kami menginginkannya lebih besar daripada tim lawan,” ujarnya.
Namun, misi bangkit Persebaya dipastikan tidak mudah. Tavares menilai Madura United memiliki skuad yang lebih kuat dibandingkan musim sebelumnya. Ia juga mengingatkan bahwa Madura United pernah menjadi tim yang mengalahkan Persebaya di kandang pada April musim lalu.
Menurut Tavares, Madura United memiliki kemampuan menyerang melalui transisi cepat maupun membangun serangan dengan penguasaan bola. Ia mengaku telah mempelajari enam pertandingan terakhir lawan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan permainan.
Di sisi lain, Persebaya menghadapi jadwal pertandingan yang padat dan perjalanan tandang yang menguras tenaga. Setelah bermain pada 18 dan 22 Oktober, mereka kembali harus bertanding pada 26 Oktober. Kondisi tersebut membuat rotasi pemain menjadi salah satu pertimbangan tim pelatih.
Tavares menyebut peluang tampil tetap terbuka bagi pemain yang menunjukkan performa bagus dalam latihan. Meski sejumlah pemain masih mengalami cedera, ia membuka kemungkinan beberapa di antaranya masuk daftar pemain cadangan apabila mendapat lampu hijau dari tim medis.
“Siapa pun yang menunjukkan performa bagus dalam latihan memiliki peluang besar mendapatkan kesempatan bermain,” katanya.
Sorotan lain jelang duel ini tertuju pada Gali Freitas, pemain yang kini membela Madura United. Tavares mengaku pernah memberi Gali kesempatan ketika sang pemain belum menunjukkan performa yang diharapkan.
Namun, menurut Tavares, kepergian Gali dari Persebaya bukan disebabkan penampilannya di lapangan, melainkan persoalan di luar lapangan.
Tavares bahkan memperkirakan Gali akan tampil dengan motivasi tinggi untuk membuktikan bahwa keputusan berpisah dengan Persebaya merupakan keputusan yang keliru. Ia menilai Gali menunjukkan performa baik dalam enam pertandingan yang telah dijalaninya bersama tim saat ini.
Meski begitu, Tavares menegaskan fokus utama Persebaya harus tetap pada permainan sendiri. Ia ingin timnya menjaga intensitas, meningkatkan akurasi penyelesaian akhir, dan tampil agresif sejak awal hingga pertandingan berakhir.
Striker Persebaya, Alex Martins, juga menegaskan target timnya tidak berubah, mengamankan tiga poin. Ia menyadari laga melawan Madura United tidak akan berjalan mudah, sehingga konsentrasi selama 90 menit menjadi hal penting.
“Kami harus memberikan kemampuan maksimal. Kami tahu pertandingan ini tidak akan mudah, jadi kami harus tetap fokus selama 90 menit untuk meraih tiga poin,” ujar Alex.
Alex turut menyinggung proses adaptasi tim di tengah kehadiran sejumlah pemain baru. Menurutnya, gaya bermain yang diterapkan tetap sama, tetapi para pemain membutuhkan waktu untuk semakin memahami satu sama lain dan membenahi detail permainan.
