Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Derbi Suramadu Milik Persebaya, Madura United Tumbang 0-1

Screenshot_20260104_091754_Instagram.jpg
Selebrasi kemenangan Persebaya usai jalani Derbi Suramadu lawan Madura United FC. Instagram @officialpersebaya.
Intinya sih...
  • Persebaya Surabaya menang 1-0 atas Madura United di kandang lawan, Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.
  • Kemenangan ini diraih berkat kerja keras pemain, pelatih, dan staf Persebaya yang mampu mengantisipasi taktik bertahan Madura United.
  • Dengan tambahan tiga poin ini, Persebaya naik ke peringkat kelima klasemen sementara Super League dengan 25 poin dari 16 pertandingan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN TimesPersebaya Surabaya pulang dengan senyum lebar dari Pulau Madura. Bermain di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Green Force sukses mencuri tiga poin usai menundukkan Madura United dengan skor tipis 1-0, Sabtu (3/1/2025) malam.

Kemenangan ini terasa istimewa. Selain memperpanjang tren positif, hasil tersebut diraih di kandang lawan yang selama ini dikenal angker bagi tim tamu. Asisten Pelatih Persebaya, Uston Nawawi, tak menutupi rasa syukurnya atas kerja keras seluruh elemen tim.

“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan tiga poin di sini. Kita tahu, main di Madura itu tidak mudah. Tapi berkat kerja keras pemain, pelatih, dan staf, akhirnya kami bisa meraih kemenangan,” ujar Uston dalam konferensi pers seusai laga.

Uston menilai duel bertajuk Derbi Suramadu ini berjalan menarik sejak awal. Kedua tim datang dengan modal tren positif dan sama-sama berambisi menjaga momentum.

“Pertandingan ini memang menarik karena dua tim sama-sama sedang dalam performa bagus. Jadi intensitasnya tinggi,” ucapnya.

Meski demikian, Uston mengaku sempat terkecoh dengan pendekatan taktik Madura United. Ia menyebut Laskar Sape Kerab tak langsung tampil terbuka seperti yang diperkirakan sebelumnya.

“Madura bermain dengan skema bertahan dan serangan balik. Saya kira mereka akan main lebih terbuka, tapi ternyata pelatihnya punya taktik berbeda,” jelasnya.

Beruntung, Persebaya mampu beradaptasi dengan cepat. Antisipasi terhadap skema defend and counter membuat Green Force tetap solid hingga peluit panjang berbunyi.

“Untungnya kami tetap siap. Skema seperti itu juga berbahaya kalau tidak diantisipasi dengan baik,” tambah Uston.

Kebahagiaan serupa diungkapkan pemain Persebaya, Catur Pamungkas. Ia menyebut kemenangan ini sebagai buah dari kebersamaan dan kerja kolektif tim.

“Alhamdulillah, kami bisa dapat tiga poin. Terima kasih untuk pelatih, staf, dan semua teman-teman yang sudah memberikan yang terbaik untuk Persebaya,” kata Catur.

Tambahan tiga poin ini membawa Persebaya naik ke peringkat kelima klasemen sementara Super League. Green Force kini mengoleksi 25 poin dari 16 pertandingan, hasil dari enam kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest Sport Jawa Timur

See More

Mengenal Renato Duarte, Asisten Pelatih Baru Persebaya dari Portugal

05 Jan 2026, 10:01 WIBSport