Surabaya, IDN Times - Ada wajah baru di balik titik putih Persebaya Surabaya. Bek asal Tanjung Verde, Yuran Fernandes, mendapat tugas sebagai eksekutor penalti saat Bajul Ijo menghadapi Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (26/10/2026).
Keputusan pelatih Bernardo Tavares itu berbuah manis setelah Yuran sukses menyarangkan bola ke gawang lawan. Gol penalti tersebut membawa Persebaya menggandakan keunggulan menjadi 2-1. Bajul Ijo kemudian memastikan kemenangan lewat gol Yan Mabella.
Penunjukan Yuran sebagai algojo penalti pun menarik perhatian. Pasalnya, pada pertandingan sebelumnya melawan PSM Makassar, Alex Martins gagal memaksimalkan dua kesempatan penalti yang didapat Persebaya.
Lantas, apa alasan Tavares memilih Yuran?
Pelatih asal Portugal itu mengungkapkan, penentuan eksekutor bukan keputusan mendadak. Tim pelatih sudah menggelar latihan khusus penalti sebelum pertandingan melawan Madura United. Dari sesi latihan, Yuran menjadi pemain yang paling banyak mencetak gol.
“Kami berlatih penalti. Latihan terakhir yang kami lakukan di sini, di GBT, kami berlatih dan kami memiliki banyak pemain yang bisa mengambilnya. Terakhir, yang mencetak penalti lebih banyak Yuran,” ungkapnya.
Keberhasilan Yuran mengonversi penalti menjadi gol menjadi modal positif bagi Persebaya. Namun, Tavares mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas setelah meraih kemenangan. Konsistensi dan fokus tetap menjadi pekerjaan rumah tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Persebaya dijadwalkan kembali bermain di Stadion GBT dengan menjamu Persijap. Tavares berharap dukungan Bonek dan Bonita kembali memenuhi stadion untuk memberi energi tambahan bagi tim.
“Kami berterima kasih atas hadirnya Bonek dan Bonita. Kehadiran kalian di saat-saat sulit menjadi kekuatan,” pungkasnya.
