Comscore Tracker

Muhammad Rafli Ingin Hapus Kenangan Buruk di Surajaya 

Dua musim terakhir Arema FC selalu kalah di kandang Persela

Malang, IDN Times - Arema FC memiliki kenangan buruk di stadion Surajaya, Lamongan selama dua musim terakhir. Tim berjuluk Singo Edan itu selalu tumbang dengan skor identik, 0-4.

Pada pertemuan terbaru yang bakal berlangsung besok Jumat (20/9), Arema FC dipastikan tanpa beberapa pemain kunci. Setidaknya nama-nama seperti Dedik Setiawan, Arthur Cunha, Johan Ahmat Farizie tak bisa bermain. 

1. Seluruh pemain sudah siap fisik dan mental

Muhammad Rafli Ingin Hapus Kenangan Buruk di Surajaya IDN Times/ Alfi Ramadana

Dengan situasi yang tak menguntungkan tersebut, Arema FC bertekad untuk bisa mengakhiri momen buruk di Surajaya. Hal itu diungkapkan oleh pemain muda Arema FC, Muhammad Rafli. Ia mengakui bahwa laga ini merupakan tantangan bagi Arema FC untuk bisa kembali ke jalur kemenangan. 

"Saya rasa semua pemain sudah menyiapkan fisik dan mental untuk laga ini. Saya juga yakin semua pemain tak ingin kejadian dua musim belakangan kembali terulang," bebernya Kamis (19/9).

2. Siap dimainkan di berbagai posisi

Muhammad Rafli Ingin Hapus Kenangan Buruk di Surajaya IDN Times/ Alfi Ramadana

Dalam beberapa hari latihan terakhir, Muhammad Rafli coba dipasang sebagai seorang striker. Transformasi posisi itu disebabkan karena kondisi Sylvano Comvalius yang tidak fit. Posisi tersebut tidak asing bagi Rafli. Pasalnya, selama bergabung dengan Timnas U-23, dirinya justru sering dimainkan sebagai striker.

Melihat peluang tersebut, Rafli mengaku siap dimainkan di posisi apa saja. "Saya siap saja dimainkan sebagai striker, gelandang ataupun second striker. Terpenting buat saya adalah sebisa mungkin memberikan 100 persen ketika berada di lapangan," tambahnya. 

Baca Juga: Sejumlah Pilar Absen, Arema FC Tak Gentar Hadapi Persela Lamongan 

3. Dapat banyak ilmu dari timnas U-23

Muhammad Rafli Ingin Hapus Kenangan Buruk di Surajaya IDN Times/ Alfi Ramadana

Di sisi lain, Rafli juga mengakui banyak mendapat ilmu dari Timnas U-23. Kemampuanya sebagai pemain sepak bola juga semakin berkembang skuad Garuda. Menurutnya, hal itu lantaran timnas U-23 dihuni oleh pemain terbaik dari seluruh Indonesia. 

"Meskipun levelnya masih kelompok umur, tetapi ini (Timnas U-23, Red) kumpulan dari semua pemain terbaik. Pasti ketika kami berlatih bersama, kemampuan individu juga akan meningkat," sambungnya. 

4. Tak takut bersaing dengan Akahoshi

Muhammad Rafli Ingin Hapus Kenangan Buruk di Surajaya IDN Times/ Alfi Ramadana

Saat ini lini tengah di Arema FC semakin padat. Terutama setelah bergabungnya Takafumi Akahoshi. Namun bagi Rafli, hal itu justru membawa atmosfer positif bagi tim Singo Edan.

Terutama di tengah upaya untuk bisa kembali ke jalur kemenangan. Ia juga tak menganggap bergabungnya Akahoshi sebagai pesaing. "Saya rasa ini justru bagus untuk tim. Kehadiran dia juga sangat membantu tim," tandasnya. 

Baca Juga: Moncer di Timnas, Arema Tak Mau Paksakan M Rafli Jadi Striker 

Topic:

  • Dida Tenola

Just For You