Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga Sebut Banjir Bangkalan Kali Ini Paling Parah
Banjir di Bangkalan, Madura. (Dok. Istimewa)

Bangkalan, IDN Times - Warga Desa Kauman, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Yeni (43) membeberkan kalau banjir yang terjadi di kawasannya kali ini menjadi yang terparah. Bahkan, banyak barang-barangnya yang hanyut terbawa arus banjir lantaran rumahnya terendam.

“Ini banjir terparah dibandingkan dengan tahun 2001 lalu. Kompor dan lemari saya hanyut terbawa arus," ujarnya, Rabu (13/3/2024).

Tak hanya rumah warga, banjir ini juga berdampak pada Pondok Pesantren Salafiyah Sa'idiyah di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Banjir tersebut membuat proses belajar mengajar kepada 1.350 orang santri dan satriwati, sementara harus dihentikan. Volume banjir yang tinggi, membuat seluruh bagian Ponpes tergenang mulai dari 30 - 100 cm. 

"Banjir di sini seperti kita lihat sudah mulai surut dan sedang proses pembersihan. Kami berharap agar bisa segera dimaksimalkan proses pembersihan, mengingat beberapa siswa sedang masuk musim ujian sekolah," katanya.

Diketahui, banjir di kawasan Blega Bangkalan ini akibat dampak hujan deras yang terjadi pada Selasa (12/3/2024). Sehingga mengakibatkan aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Blega meluap. 

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Jatim hingga Selasa (12/3/2024) malam, kondisi genangan air di dua kecamatan yaitu Kecamatan Blega dan Kecamatan Arosbaya sudah cenderung mengalami penurunan berkisar ± 30 - 100 cm. Namun masih terjadi listrik padam di beberapa lokasi terdampak banjir. 

Banjir luapan ini juga berdampak pada 1.602 KK/700 jiwa serta 3 unit fasilitas umum yaitu kantor kecamatan, balai desa dan tempat ibadah. Bahkan satu pasar juga terdampak banjir luapan. 

 

Editorial Team

Related Article