Ngawi, IDN Times – Ancaman krisis air bersih mulai membayangi ribuan warga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, seiring prediksi musim kemarau 2026 yang lebih panjang dan kering dibanding tahun-tahun sebelumnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sedikitnya 3.500 jiwa di 11 desa berpotensi terdampak kekeringan.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan berdasarkan data dan prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk.
Hasilnya, terdapat 11 dusun di 11 desa yang tersebar di lima kecamatan dan masuk kategori rentan mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau. "Berdasar rilis BMKG Stasiun Geofisika Nganjuk, hasil pemetaan kami ada 11 dusun di 11 desa pada lima kecamatan di Kabupaten Ngawi yang terancam krisis air," ujar Partoyo, Kamis (18/6/2026).
