Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Malang Sumbangkan Jenazahnya untuk Kepentingan Pendidikan di UB

Warga Malang Sumbangkan Jenazahnya untuk Kepentingan Pendidikan di UB
Sosok Hana yang mendonorkan tubuhnya untuk pendidikan kesehatan. (IDN Times/istimewa)
Share Article

Malang, IDN Times - Sungguh besar jasa Hana Rosilawati (76) untuk dunia pendidikan kesehatan di Malang. Ia mewasiatkan agar tubuhnya disumbang untuk kepentingan pendidikan kesehatan di Universitas Brawijaya (UB). Tubuh Hana akan menjadi media pembelajaran dengan jangka waktu 5 - 10 tahun.

Tak berhenti sampai di sini, ia juga mendonor kedua retina matanya untuk orang yang membutuhkan. Kornea mata tersebut akan ditransplantasikan agar orang lain bisa melihat kembali. Hana sendiri diketahui telah meninggal dunia pada Kamis (5/10/2023) pukul 23.00 WIB.

1. Universitas Brawijaya mengatakan jika mereka sudah mendapatkan permintaan dari Hana sejak ia masih hidup

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Kepala Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran (FK) UB, Nurul Hidayati menjelaskan jika mereka sudah menjalin komunikasi dengan Hana sejak ibu 2 anak ini masih hidup. Nurul mengatakan jika obrolan ini sudah beberapa tahun lalu saat Nurul masih menjadi dosen baru di FK UB. Ia menjelaskan jika awalnya kesepakatan ini terjalin antara Hana dan Prof Lukito sebelum pensiun sebagai Kepala Laboratorium Anatomi FK UB.

"Jadi suami almarhum Bu Hana ini yang bernama Pak Soesanto memiliki kedekatan dengan Prof Lukito. Kemudian beliau sendiri yang ingin tubuhnya didonorkan. Jadi kami menyambut baik keinginan tersebut dan menjalin kesepakatan," terangn Nurul saat dikonfirmasi pada Kamis (12/10/2023).

Kesepakatan antara Hana dan FK UB akhirnya dibubuhkan melalui legalitas hukum di hadapan notaris. Kesepakatan tersebut berisikan bahwa Hana menyumbangkan diri dengan pihak FK UB sebagai penerima. Kemudian, dalam kesepakatan tersebut juga tertulis UB akan menggunakan tubuh tersebut sesuai peruntukan yang dikehendaki Hana.

2. Tubuh Hana akan dipergunakan untuk pembelajaran anatomi tubuh manusia

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Nurul menjelaskan jika tubuh Hana akan dipergunakan dalam pendidikan anatomi tibuh manusia. Sehingga pembelajaran ini akan diikuti oleh mahasiswa kedokteran, perawat, kebidanan, dan lainnya. Ini akan jadi pembelajaran yang signifikan untuk para mahasiswa.  Pasalnya, mempelajari anatomi manusia dengan contoh tubuh langsung dan hanya melalui gambar memiliki perbedaan bagai bumi dan langit.

"Karena mempelajari anatomi manusia dari media bergambar atau teknologi sekalipun membuat orisinalitasnya tidak akan sampai menyerupai. Pasalnya kalau pakai teknologi hanya akan berupa skema, tapi dari segi keaslian tidak akan pernah bisa ditiru kalau dibandingkan dengan tubuh manusia asli. Selain itu, tubuh manusia juga ada variasinya, sehingga tidak bisa digantikan," bebernya.

Ia juga menjelaskan jika tubuh Hana tidak akan mendapatkan campuran bahan kimia atau bahan-bahan yang merusak tubuhnya. Setelah perjanjian selama 5-10 tahun selesai, tubuh Hana akan dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan.

3. Suami Hana juga akan menyumbangkan tubuhnya pada UB

Sosok Hana yang mendonorkan tubuhnya untuk pendidikan kesehatan. (IDN Times/istimewa)
Sosok Hana yang mendonorkan tubuhnya untuk pendidikan kesehatan. (IDN Times/istimewa)

Anak pertama Hana, Debora Hartati mengungkap jika ibunya meninggal pada Kamis (5/10/2023) pukul 23.00 WIB di Rumah Sakit (RS) Panti Nirmala Kota Malang. Debora mengatakan jika ibunya meninggalkan 2 orang anak dan seorang suami. Ia juga mengungkap jika sejak lama ibunya memang mewasiatkan agar tubuhnya didonorkan untuk orang uang membutuhkan dan kepentingan pendidikan.

Selain tubuhnya yang disumbangkan pada FK UB, kornea mata Hana juga didonorkan pada anak berusia 8 tahun asal Blitar. Sementara satu kornea matanya pada pasien lain yang identitasnya juga disembunyikan.

"Sejak lama saya sudah diberitahu tentang calon donor mata dan jenazah. Pihak keluarga tidak keberatan dengan keputusan beliau, karena itu adalah hak pribadi," tuturnya.

Tidak hanya sampai di situ, ayah Debora atau suami Hana, Soesanto (77) juga ingin mengikuti jejak kedermawanan Hana. Jika Soesanto meninggal nanti, ia ingin organ tubuhnya juga didonorkan pada orang yang membutuhkan, dan tubuhnya juga ingin ia sumbangkan pada FK UB untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

Selama 2026 Polrestabes Surabaya Bekuk 192 Pelaku Kejahatan, 3 Didor

03 Jun 2026, 19:55 WIBNews